Kisruh pakan ternak, Bulog beli jagung impor pabrikan 445.500 ton

Senin, 1 Februari 2016 | 09:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perum Bulog membeli jagung yang diimpor produsen untuk kebutuhan pakan ternak sebesar 455.500 ton. “Tapi,ini sebagai jalan tengah untuk mengakhiri krisis jagung untuk pakan ternak,” ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) F.X Sudirman kepadakabarbisnis.com, Minggu (31/1/2016).

Keputusan itu diambil setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempertemukan antara produsen pakan ternak, Bulog juga para peternak unggas pada Jumat (29/1/2016). Menurutnya, hadir dalam kesempatan itu, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti.

Dalam notulen rapat tersebut, sebut Sudirman,salah satu point menyebutkan impor jagung yang dilakukan industri pakan bukan tindakan ilegal. Tuduhan itu dilontarkan Menteri Pertanian Amran Sulaminan yang merasa tidak pernah memberikan rekomendasi kepada produsen pakan untuk mengimpor seperti tertuang dalam Permentan No 57 Tahun 2015.

Atas hal itu, Mendag Thomas Lembong akan melakukan klarifikasi kepada Bareskim Polri bahwa jagung yang sudah diimpor produsen pakan itu bukan jagung ilegal. Pasalnya, Badan Karantina Pertanian melakukan penyegelaan atas 353.000 ton atas jagung impor yang ditahan diantaranya di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, dan pelabuhan lainnya di Medan, Banten dan Cirebon.

Thomas Lembong dalam keterangan tertulisnya mengatakan pembelian jagung impor oleh Bulog itu diharapkan dapat mengakiri keidakpastian mengenai kelanjutan dari impor jagung yang sebagian telah memasuki pelabuhan.

Langkah tersebut, diharapkan dapat mengakhiri ketidakpastian mengenai kelanjutan dari impor jagung yang sebagian telah memasuki pelabuhan di Indonesia.Nantinya, Perum Bulog akan menyalurkan kepada peternak yang membutuhkan jagung sebagai bahan baku pakan ternak.

Menurut catatan Kementerian Perdagangan, sejak November 2015 hingga Januari 2016, harga jagung naik hingga 100 % dari sebelumnya Rp 3.000 menjadi Rp 6.000 per kilogram.Kenaikan harga jagung itu, diduga akibat seretnya pasokan jagung ke industri pakan ternak, sementara permintaan tetap tinggi.kbc11

Bagikan artikel ini: