VCloudPoint, si mungil pengganti PC

Selasa, 2 Februari 2016 | 16:24 WIB ET
(KB/Purna Budi N)
(KB/Purna Budi N)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Di tengah kebijakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL), yang dibarengi dengan kecenderungan melemahnya perekonomian nasional, para pelaku usaha mulai berfikir untuk melakukan efisiensi terhadap biaya operasional perusahaan.

Salah satu sasaran efisiensi adalah dengan menyiasati perangkat elektronik yang lebih hemat pemakaian energi listrik.

Peluang ini ditangkap PT Lima Benua Koneksindo yang menawarkan produk yang mampu menghemat biaya belanja perusahaan termasuk biaya listrik bulanan. Alat tersebut dinamai VCloudPoint, sebuah perangkat sebesar ponsel yang fungsinya sebagai pengganti Personal Computer atau PC.

Product Manager PT Lima Benua Koneksindo, Iwan Anugerah mengatakan, ke depan VCloudPoint bakal mampu menggantikan peran PC, Kinerjanyapun mumpuni. "Di sisi lain, penggunaan listrik juga lebih hemat hingga 95% dibanding menggunakan PC," ucapnya pada pengenalan VCloudPoint di kantornya, Surabaya, Selasa (2/2/2016).

Ia mencontohkan, opersional VCloudPoint hanya membutuhkan daya 5 Watt yang dialirkan melalui adaptor. Meski sentra tetap terhubung dengan PC, namun untuk satu unit PC bisa menghandle puluhan VCloudPoint. Sehingga penghematan energi akan sangat signifikan.

Untuk segi keamanan sangat terjaga, sebab, di setiap alat ini ada user account dan berbeda password. "Dari situ mereka punya account sendiri dan memiliki keamanan yang terjamin. Artinya alat ini juga bisa langsung menahan virus," tambahnya.

Terkait harga, Iwan menyebut, untuk setiap unit VCloudPoint dibanderol Rp 1,7 juta. Jauh lebih murah dibanding harga 1 unit PC.

Tak heran, sejak mulai dipasarkan pada 2014 lalu, hingga kini sudah banyak instansi baik pemerintah maupun swasta yang menggunakannya. Selain melakukan penjualan secara ritel, pihaknya juga masuk melalui tender di pemerintahan.

Marketing Manager PT Lima Benua Koneksindo, Agung Riyadi menambahkan, untuk market di Surabaya dan Jakarta  sangat bagus. "Terlihat dari serapan market baik dari instansi swasta, lembaga pendidikan maupun beberapa rumah sakit," jelasnya.

"Di Surabaya sudah banyak rumah sakit, perguruan tinggi serta perusahaan swasta yang menggunakan alat ini," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: