Perekonomian lambat, laba bersih Bank Permata anjlok 84,7%

Jum'at, 5 Februari 2016 | 10:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Permata mencatat laba bersih sepanjang tahun 2015 turun sebesar 84,7% menjadi Rp 244 miliar dari tahun sebelumnya Rp 1,59 triliun.

Direktur Utama Bank Permata Roy Arman Arfandy mengatakan, di 2015, pertumbuhan kredit perusahaan lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Kredit Bank Permata mengalami penurunan 2,99% menjadi Rp 117 triliun dari tahun 2014 yang Rp 120 triliun.

“Hal ini disebabkan karena pertumbuhan ekonomi tahun lalu melambat,” ujar Roy, Kamis, (4/2/2016).

Roy mengatakan walaupun kredit melambat pada 2015, Bank Permata berharap pada tahun ini kredit akan tumbuh lebih baik. Hal ini didasarkan pada beberapa indikasi perbaikan ekonomi dan beberapa proyek infrastruktur yang sudah berjalan.

Menurut Komisaris Independen Bank Permata A. Tony Prasetiantono pada tahun 2015, laba bersih bank Permata memang mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena pada akhir tahun ada koreksi kolektabilitas. Selain itu, menurut Tony beberapa sektor penyaluran kredit memang memburuk.

Tony mengatakan pada 2016 ini Bank Permata berencana untuk meningkatkan pencadangan untuk mengurangi kredit bermasalah. “Dengan kondisi sekarang ini, pertama kami harus menjaga kehati-hatian, kami mendahulukan kualitas, baru kemudian ekspansi,” ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: