Ketahui manfaat sesungguhnya olahraga lari untuk kesehatan

Senin, 22 Februari 2016 | 20:31 WIB ET

SIAPA yang tak kenal dengan olahraga lari? Olahraga yang menjadi dasar bagi banyak olahraga lain itu sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Beberapa tahun belakangan, olahraga lari kian digandrungi dengan beragam, mulai event maraton serius sampai fun run. Di era kekinian, lari mampu menjawab dua kebutuhan manusia sekaligus, yaitu kesehatan dan gaya hidup.

Kini, hampir setiap pekan ada perlombaan lari di banyak kota. Pesertanya tidak pernah sepi. Sebagian besar mengikutinya secara berkelompok. Padahal pengumuman lomba kadang hanya melalui media sosial. Beberapa perlombaan lari yang sering digelar antara lain Bromo Marathon, Jakarta Marathon, Bali Marathon, dan Color Run.

Masyarakat usia produktif juga semakin banyak yang menggemari lari. Bagi yang bekerja, biasanya berlari bersama dilakukan dengan teman sekantor setelah pulang kerja atau saat libur. Ibu-ibu muda kerap membuat acara lari bersama saat libur keluarga. Beberapa membentuk komunitas lari supaya semakin bersemangat untuk olahraga lari, selain untuk kepentingan bersosialisasi. Komunitas yang banyak pendukungnya di antaranya Indo Runners, Mama Runners, dan Berlari untuk Berbagi.

Lari sepertinya sudah menjadi gaya hidup masyarakat saat ini. Namun, dengan semakin tingginya minat, apakah public juga punya pengetahuan mendalam tentang olahraga lari? Ataukah hanya sekadar ikut-ikutan dan bersenang-senang? Sebenarnya apa saja manfaat lari itu sendiri dan bagaimana mempersiapkan diri untuk lari agar terhindar dari cedera? Seorang pelari sebaiknya mengetahui kegunaan sekaligus efek samping dari olahraga lari.

Manfaat

Perkembangan olahraga lari yang pesat bukan tanpa alasan. Lari merupakan salah satu fase dalam perkembangan manusia. Manusia normal akan melewati tahapan awal berlari dalam hidupnya pada usia tertentu. Berlari banyak digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, lari sangat dekat dengan kehidupan manusia. Semakin tinggi kesadaran manusia terhadap pentingnya olahraga, maka salah satu yang banyak dipilih adalah lari.

Selain itu banyak orang merasakan sendiri manfaat yang didapat olahraga lari. Salah satunya adalah membuat tubuh bugar. Hal ini karena dengan berlari denyut jantung meningkat sehingga peredaran darah pun menjadi lancar. Pernafasan juga meningkat sehingga pertukaran oksigen juga lebih lancar. Bisa disimpulkan lari bermanfaat pula untuk kesehatan jantung dan paru. Lari juga terbukti dapat menurunkan maupun mempertahankan berat badan melalui pembakaran kalori. 

Bukan hanya fisik yang mendapat manfaat, tapi juga kesehatan mental. Dikatakan dapat menurunkan tingkat stres pada seseorang. Hal ini karena lari dapat memicu keluarnya hormon endorfin yang membuat nyaman dan rileks. Zat kimia lain yang dikeluarkan oleh tubuh berkaitan dengan perasaan senang dan bahagia yaitu dopamin dan serotonin. Serotonin dapat membuat kualitas tidur lebih baik sehingga mood pun menjadi lebih baik. Lari sendiri juga dapat menekan keluarnya hormon stres atau kortisol.

Dengan kesehatan fisik dan mental yang terpelihara, maka lari meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa penyakit akut maupun kronis dapat dicegah dengan melakukan olahraga lari rutin sesuai porsinya. Pada akhirnya kualitas hidup menjadi lebih baik.

Menyiapkan Diri

Supaya manfaat lari didapatkan secara maksimal maka perlu dilakukan persiapan. Persiapan ini dilakukan agar tidak terjadi efek samping yang tidak diinginkan seperti kelelahan, luka lecet, atau cedera otot. Beberapa tips yang dirangkum dari berbagai sumber ini bisa mewakili persiapan lari yang perlu diperhatikan.

Pertama, tentukan tujuan lari, untuk menjaga kesehatan atau untuk meraih prestasi di ajang lomba. Untuk menjaga kesehatan, lari dilakukan minimal 30 menit, bisa 2-3 kali seminggu, sesuai kemampuannya. Lari untuk lomba dilakukan dengan latihan tertentu dan bertahap sesuai lomba yang akan diikuti.

Kedua, pilihan sepatu dan baju yang dipakai saat lari. Hal ini sangat penting untuk menghindari cedera serta memberi kenyamanan saat berlari. Sepatu yang dipakai sebaiknya yang didesain untuk lari, ukuran pas dengan kaki, sesuai dengan jenis telapak kaki. Sedangkan baju sebaiknya yang menyerap keringat, lebih bagus bila yang khusus untuk lari, jangan terlalu ketat atau tebal, dan untuk bra pilih yang sport bra bertali silang.

Ketiga, pilih waktu lari yang baik. Saat pagi hari adalah yang terbaik. Namun boleh juga dilakukan di waktu lain seperti sore atau malam hari. Khusus untuk malam hari sebaiknya dilakukan 3 jam sebelum waktu tidur dan memakai perlengkapan keselamatan seperti baju warna terang atau lampu kepala.

Keempat, pilih tempat lari yang aman. Olahraga lari bisa dilakukan di mana saja. Pilih tempat yang aman dan nyaman, sepi dari kendaraan, jalanan yang rata. Bila memilih jalan raya, sebaiknya berlari melawan arus.

Kelima, persiapan yang berhubungan dengan tubuh. Upayakan makan 2 jam sebelumnya dan minum air secukupnya, melakukan pemanasan dan pendinginan minimal 5 menit. Daratkan telapak kaki secara mendatar saat berlari agar tidak mudah cedera dan lelah, postur tubuh saat berlari sebaiknya bungkuk 10-20 derajat, tangan terkepal, tekuk siku 90 derajat, dan ayunkan tangan ke depan dan belakang berlawanan dengan gerak kaki. Disarankan untuk memulai lari secara perlahan dan bertahap, begitu pula dengan kecepatan lari harus diatur.

Nah, sudah tahu manfaat dan persiapan diri sebelum menekuni olahraga lari? Tunggu apa lag. Let’s run. [diolah dari berbagai sumber]

Bagikan artikel ini: