Bupati Trenggalek berambisi ada bandara di karesidenan Kediri

Senin, 29 Februari 2016 | 09:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bupati Trenggalek yang baru dilantik, Emil Elestianto berniat membangun banyak infrastruktur di daerahnya. Salah satunya adalah bandar udara (bandara).

"Trenggalek memang paling jauh letaknya, masih lewat Sidoarjo, baru turun di jurusan terakhir kalau naik bis. Jarak paling dekat ke bandara adalah 100 km, 3 jam lama perjalanan. Maka berhubungan dengan Menteri Perhubungan untuk membangun bandara guna melepas kami dari keisolasian daerah," katanya dalam diskusi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, lokasi yang dipilih palig tidak harus dekat dengan Trenggalek atau di Karesidenan Kediri. "Saya memilih lokasi untuk bangun bandara di dekat Trenggalek dan dekat daerah-daerah sekitar Trenggalek, seperti Kediri, Tulungagung, Ponorogo, dan Blitar. Terutama daerah pesisir yang hendak kita kembangkan, seperti di daerah Trenggalek ada Pantai Panggul, Prigi, Popoh. Di daerah Tulungagung, ada Pantai Kedung Tumpang, sementara di daerah Blitar ada pantai Tambakrejo dan Jolosutro," tambahnya.

Selaln itu, kata Emil, Trenggalek juga punya pantai yang indah dan eksotis seperti di Bali. Guna membuka akses ke sana, harus dibangun aneka infrastruktur.

"Kami punya prinsip bahwa setiap daerah berhak membangun. Bahwa setiap kepala daerah berhak membawa daerahnya unggul," katanya.

Ia juga ingin Trenggalek bisa menguasai jalur perdagangan Samudera Hindia. Salah satu caranya dengan membangun proyek Pelabuhan Prigi.

"Bagaimana kita bisa menguasai jalur perdagangan di Samudera Hindia, dengan membangun proyek Pelabuhan Prigi di selatan Trenggalek. Maka akan ada outlet untuk kirim barang dari Trenggalek (selatan) ke Jakarta atau luar Trenggalek," ujarnya.

Saat ini, kata dia, mengirim barang ke Jakarta dari Trenggalek lebih mahal ketimbang mengirim ke Singapura. Dengan adanya proyek Pelabuhan ini, maka hal tersebut bisa berubah.

"Berinovasi dengan mencoba mendorong pembangunan infrastruktur ke daerah yang kecil-kecil, jalan untuk mengefisiensikan belanja rutin Trenggalek. Salah satunya memfasilitasi anak sekolah dengan bus sekolah," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: