Gubernur Jatim tak restui Trenggalek bangun bandara

Senin, 7 Maret 2016 | 11:17 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Keinginan Bupati Trenggalek Emil Dardak agar di wilayah yang dipimpinnya atau daerah sekitar Trenggalek bisa memiliki bandar udara (bandara) guna mendorong peningkatan perekonomian wilayah tersebut rupanya tak didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo keberatan memberikan izin pembangunan bandara di Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Kediri.

"Kalau di sana (Trenggalek dan Kediri), tidak bisa," kata Soekarwo di Surabaya, akhir pekan lalu.

Menurut Soekarwo, area udara Trenggalek dan Kediri harus bebas penerbangan sipil karena menjadi tempat berlatih pesawat tempur TNI Angkatan Udara di Pangkalan Udara Iswahyudi, Magetan.

Komandan Pangkalan Udara Iswahyudi, ucap Soekarwo, pernah menyampaikan keberatannya ketika pemerintah daerah hendak membangun lapangan terbang di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

"Wong Ponggok saja yang lokasinya agak jauh tidak boleh, apalagi di Trenggalek dan Kediri," tutur pejabat yang akrab disapa Pakde Karwo itu.

Sebagai gantinya, kata Soekarwo, di Trenggalek akan dibangun pelabuhan di Pantai Prigi. Pembangunan pelabuhan tersebut pada prinsipnya telah disetujui Kementerian Perhubungan. "Rencana itu sudah sejak lama dan mudah-mudahan segera terealisasi," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Emil menyatakan tengah mengkaji pembukaan penerbangan sipil di eks Karesidenan Kediri yang selama ini menjadi lintasan pesawat tempur dari Pangkalan Udara Iswahyudi.

Menurut Emil, pembangunan bandara di bagian selatan Jawa Timur itu tak lagi menjadi wacana. Gagasan tersebut, ujar dia, pernah dimunculkan Pemerintah Kabupaten Kediri pada 2010, tapi tak kunjung terealisasi.

Tujuan pembangunan bandara adalah mempercepat pembangunan di kawasan bagian selatan Jawa Timur dan terintegrasi dengan jalan lintas selatan. kbc10

Bagikan artikel ini: