Bank tarik biaya cek saldo ATM, OJK minta hitung untung-ruginya

Senin, 7 Maret 2016 | 12:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, wacana penarikan biaya cek saldo oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tidak menyalahi aturan dan merupakan kewenangan bank, namun demikian perlu diperhitungkan dengan matang karena terkait pelayanan terhadap nasabah.

Penasihat Pengendalian Kualitas Pengawasan OJK Sondang Martha mengatakan, dirinya baru mengetahui kabar wacana tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa rencana tersebut tidaklah menyalahi aturan.

“Saya malah belum tahu, baru sekarang ini. OJK tidak mengatur se-rigid itu. Itu kewenangan bank terkait,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Di sisi lain, mantan Direktur Pelayanan Konsumen OJK ini menyatakan jika pun bank tersebut bakal menarik biaya untuk cek saldo, sebaiknya memperhitungkan berbagai efeknya. Apalagi, lanjutnya, BCA memiliki nasabah ritel yang sangat banyak dan aktif melakukan transaksi.

“Semestinya manajemen memperhitungkan rencana ini dengan matang. Jangan sampai kebijakannya malah memberikan efek buruk bagi citra dan kinerja nantinya,” jelas Martha.

Staf Humas OJK Dody Ardiansyah menjelaskan bahwa biaya-biaya jasa atau produk bank tidak diatur oleh otoritas tersebut. Ia menyatakan bahwa itu memang kewenangan bank yang bersangkutan. “Kalau untuk biaya-biaya jasa atau produk bank tidak diatur OJK. Bisa langsung (konfirmasi) ke bank-nya saja,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Departemen Pengawas Bank 3 OJK Teguh Supangkat mendukung langkah rencana BCA yang akan mengenakan biaya tambahan terhadap transaksi nasabah melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Dukungan ini dilontarkan OJK sepanjang kebijakan tersebut dapat menghasilkan efisiensi perbankan.

"Dari sisi pengawasan sepanjang strategi tersebut menghasilkan efisiensi tentunya baik," tuturnya melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/3).

Teguh mengatakan, sepanjang yang ia ketahui tujuan manajemen BCA mengenakan biaya atas transaksi ATM, dimaksudkan guna mendorong nasabah agar beralih memanfaatkan teknologi yang lebih efisien.

Satu di antaranya ialah transaksi perbankan melalui internet (internet banking) yang diketahui bebas biaya alias gratis.

"Namun (pengenaan biaya atas transaksi via ATM) perlu dibarengi edukasi yang baik kepada nasabah terkait internet banking," ujarnya.

Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati mengatakan, penarikan biaya cek saldo tersebut masih berupa wacana dan memerlukan kajian yang mendalam. Ia menambahkan, saat ini nasabah masih dapat melakukan transaksi seperti biasa.

“Sebetulnya baru menyampaikan wacana yang masih sangat awal. Namun untuk nantinya apabila BCA ingin lakukan hal itu akan dikaji lebih dalam dulu, tidak bisa secara langsung diterapkan. Saat ini, nasabah tetap dapat bertransaksi melalui ATM sebagaimana biasa,” ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: