Jumlah jalan tol di Indonesia masih jauh dari ideal

Senin, 19 Oktober 2009 | 16:29 WIB ET

Minimal butuh 3.000 km, tapi baru beroperasi 693 km

SURABAYA - Jumlah jalan tol di Indonesia masih jauh dari ideal. Republik ini bisa dikatakan tertinggal jauh dari negara lain dalam hal pembangunan jalan bebas hambatan tersebut.

Kepala Bidang Teknik Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Adi Soelistijo mengatakan, infrastruktur jalan tol sebenarnya sangat penting untuk menopang gerak perekonomian. Pergerakan barang dan jasa akan semakin lancar bila kualitas dan kuantitas jalan tol memadai.

"Sehingga, ekonomi biaya tinggi karena buruknya transportasi bisa dihindari. Muaranya tentu pertumbuhan ekonomi bisa naik karena perekonomian bergerak," ujar Adi menjawab kabarbisnis.com di Surabaya, Senin (19/10/09).

Berdasarkan data BPJT yang didapatkan kabarbisnis.com, saat ini, sudah terdapat 25 ruas tol sepanjang 693,23 km yang beroperasi; yang sedang dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) sebanyak 23 ruas sepanjang 817,35 km Rp70,81 triliun. Dari 23 ruas tersebut, 6 ruas sudah masuk dalam tahap konstruksi dengan biaya yang sudah dikeluarkan sebesar Rp16,5 triliun dan 16 ruas dalam tahap pengerjaan dan pembebasan lahan dengan nilai investasi Rp50,97 triliun.

Sedangkan yang berada dalam proses persiapan tender mencapai 11 ruas tol sepanjang 475,42 km dengan biaya lahan Rp3,8 triliun dan biaya investasi Rp34,16 triliun.

"Yang dalam proses tender ini kami kaji ulang, termasuk ruas Malang-Pandaan sepanjang 37 km. Dalam tender Malang-Pandaan, jumlah peserta yang lulus prakualifikasi tidak memenuhi syarat. Hanya ada dua peserta yang lulus, padahal seharusnya ada 3 peserta," jelasnya.

Sementara yang dibangun pemerintah sebanyak 3 ruas tol sepanjang 60,5 km dengan investasi Rp6,57 triliun. Dan, yang masih berada dalam proses studi sebanyak 14 ruas sepanjang 789,58 km dengan prediksi investasi Rp73,805 triliun.

"Yang termasuk masih studi itu ruas Bandara Juanda-Tanjung Perak dan Probolinggo-Banyuwangi," tuturnya.

Menurut dia, penambahan jumlah jalan tol semestinya terus dikebut. Jika melihat kondisi geografis tanah air, berdasar perhitungan BPJT, semestinya Indonesia harus segera mempunyai setidaknya 3.000 km yang memakan biaya investasi Rp224,48 triliun. Namun, jalan tol yang kini beroperasi baru sekira 693 km.

"Tanpa terus menambah jalan tol, tentu problem transportasi kian sulit diatasi. Infrastruktur jalan ini sama pentingnya dengan ketersediaan listrik. Kami akan all out untuk terus mewujudkan pengelolaan jalan tol yang baik," ujarnya. kbc5

Bagikan artikel ini: