BNP2TKI berniat stop ekspor PRT

Selasa, 8 Maret 2016 | 15:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan menghentikan penempatan pembantu rumah tangga (PRT) di luar negeri sebagai salah satu dari empat program unggulan untuk tenaga kerja Indonesia yang diluncurkan pekan lalu.

"Keempat program itu adalah meniadakan penempatan penata laksana rumah tangga (PLRT), keterbukaan informasi bagi para pihak yang berkepentingan, mendidik keluarga TKI agar mampu mengelola remitansi secara produktif, dan meningkatkan mediasi-advokasi," ujar Kepala BNP2TKI Nusron Wahid.

Keempat program unggulan itu memerlukan perubahan cara pandang atau paradigma birokrasi BNP2TKI. Tujuannya, menurut Nusron, agar program unggulan tersebut terlaksana, terukur, terkendali, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Program tersebut juga menuntut kekompakan, di mana setiap unit atau bagian saling mengisi, sehingga tidak ada lagi tumpah tindih yang dapat menghamburkan biaya dan waktu, ujarnya.

BNP2TKI telah mentargetkan penempatan PLRT akan diganti dengan TKI yang memiliki kompetensi dan kecakapan di mana Indonesia memiliki keunggulan seperti hospitality worker, tukang las dan perawat.

Selain itu, keluarga TKI juga akan dididik dan diperkenalkan dengan e-banking serta mengelola remitansi secara produktif.

Terkait dengan keterbukaan informasi dan peningkatan kualitas mediasi-adokasi, katanya, akan ditunjuk Employment Service Officer (ESO) yang bakal mengikuti pengurusan oleh Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta dari hulu ke hilir, sehingga ESO bisa mengetahui letak permasalahan serta pemecahannya.

Nusron juga mewanti-wanti birokrasi agar jangan membantah jika pemangku kepentingan mengajukan keberatan, dan harus ditanggapi dengan semangat mencari pemecahan.

"Jangan meremehkan satu orang pun, sebab ia bisa mengacau dengan memanfaatkan media sosial seperti Twitter, Facebook atau Whatsapp," pesan Nusron. kbc12

Bagikan artikel ini: