Grup MNC dan Indosiar-SCTV bersaing ketat rebut pasar di industri televisi nasional

Selasa, 8 Maret 2016 | 17:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Persaingan di industri televisi nasional diwarnai oleh aksi saling kuntit antara PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). SCMA adalah induk dari stasiun televisi SCTV dan Indosiar. Sedangkan MNCN adalah induk dari RCTI, Global TV, dan MNC TV.

SCM mampu tumbuh 110 basis point (bps) pada Februari 2016 secara month on month (mom) untuk pangsa pemirsa seluruh waktu (all-time) karena kehadiran kembali kontes dangdut yang digemar masyarakat, yaitu D`Academy. Namun, secara pangsa pasar secara keseluruhan, MNCN masih unggul di posisi pertama.

Rriset PT Mandiri Sekuritas menunjukkan, data per Februari 2016, MNCN masih menjadi pemimpin pangsa pemirsa all-time, dengan porsi 36,2 persen. "Secara bulanan, pangsa pemirsa all time MNCN turun-90 bps mom di bulan Februari 2016," kata analis PT Mandiri Sekuritas, Rizky Hidayat.

SCMA di posisi kedua dengan pangsa pasar 26,3 persen naik 110 bps mom. Ketiga PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) naik 60 bps mom menjadi 18,3 persen, dan Trans turun 30 bps mom menjadi 15,3 persen.

Rizky mengatakan, Indosiar mendukung SCMA pada segmen non-primetime yang tumbuh 50 bps. Penyiaran kembali D`Academy membantu SCMA pada jam non-primetime. Adapun non-primetime MNCN turun 80 bps MoM sebagai hasil pelemahan MNC TV dan Global TV. "Kami menduga Indosiar telah mengikis pangsa pemirsa MNC TV dan Global TV," kata Rizky.

Sementara itu, pangsa pemirsa Trans relatif flat, tumbuh tipis 10 bps mom. Adapun PT Visi Media Asia Tbk membukukan pertumbuhan pangsa pemirsa pada jam non-primetime yang kuat yaitu 80 bps mom karena pilihan drama India.

Berdasarkan analisis teknikal, tren pergerakan saham MNCN masih sideways dengan support-resistance Rp 1.750-Rp 1.900. Begitu juga dengan SCMA dengan support-resistance berada pada Rp 2.700-Rp 3.000. kbc9

Bagikan artikel ini: