Dukung proyek pembangkit 35.000 MW, Brantas Abipraya garap PLTS

Sabtu, 12 Maret 2016 | 10:42 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Brantas Abipraya (Persero) melalui anak usahanya, PT Brantas Energi, berhasil merampungkan pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Proyek yang berlokasi di Desa Motihelumo, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo ini sebagai wujud dukungan BUMN ini terhadap proyek pembangkit 35.000 megawatt (MW) oleh pemerintah.

“Dalam rangka menyokong program Pembangunan Pembangkit 35.000MW yang dicanangkan Presiden Jokowi, melalui anak perusahaan, kami telah merealisasikan pembangunan PLTS dengan pemanfaatan Panas Radiasi Matahari sebagai Sumber Energi Listrik yang bersifat baru dan terbarukan (EBT) dengan kapasitas 2MWp,” jelas Dynna Tiara Kamil, Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/3/2016).

PLTS ini pun telah dilakukan uji coba pada Januari 2016 lalu dan telah dilakukan Berita Acara Pengoperasian atau yang biasa dikenal dengan COD bersama PT PLN Wilayah Suluttenggo pada 19 Februari 2016 lalu.

"Mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kontraktor besar di Indonesia, Abipraya dan Brantas Energi berhasil menyelesaikan pembangunan PLTS ini tepat pada waktunya," ujarnya.

Dynna menambahkan, diharapkan proyek yang mulai dibangun pada 19 Agustus 2015 lalu ini dapat menjadi milestone bagi pembangunan EBT yang merupakan komitmen Pemerintah.

Bukannya tanpa alasan, adanya proyek ini, Abipraya berharap Brantas Energi dapat terus eksis mengembangkan energi terbarukan melalui PLTS untuk mengoptimalkan semaksimal mungkin material yang tersedia di Indonesia.

“Kami optimistis PLTS Gorontalo dapat menyuplai kebutuhan listrik di daerah sekitar Gorontalo, capaian ini pun menjadi salah satu bukti Abipraya dan Brantas Energi dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia,” pungkas Dynna. kbc7

Bagikan artikel ini: