Pengurus Hipmi Surabaya dilantik, siap tancap gas tumbuhkan wirausaha baru

Minggu, 3 April 2016 | 15:17 WIB ET
KB/Purna Budi N
Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Jatim, Giri Bayu Kusumah melantik pengurus BPC Hipmi Kota Surabaya di Gedung Bank Indonesia Surabaya, Minggu (3/3/2016).
KB/Purna Budi N Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Jatim, Giri Bayu Kusumah melantik pengurus BPC Hipmi Kota Surabaya di Gedung Bank Indonesia Surabaya, Minggu (3/3/2016).

SURABAYA, kabarbisnis.com: Anggota Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Surabaya periode 2016-2019 resmi dilantik hari ini, Minggu (3/3/2016). Ketua BPC Hipmi Surabaya yang baru dilantik, Kuswana Mandiri Septian, mengatakan ia bersama jajaran pengurus akan menjalankan program-program yang sudah disusun untuk memajukan pengusaha muda di Indonesia.

“Program utama kami adalah untuk meningkatkan kemitraan dengan pemangku kebijakan khususnya di Kota Surabaya agar kedepan pengusaha-pengusaha muda ini bisa menjadi motor penggerak perekonomian Kota Surabaya dan Jatim serta Indonesia pada umumnya,” katanya usai pelatikan pengurus BPC Hipmi Surabaya periode 2016-2019 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi jawa Timur di Surabaya, Minggu (3/3/2016).

Ia menambahkan, selain mejadi mitra pemangku kebijakan di Surabaya, BPC Hipmi juga siap menjadi motor penggerak bertumbuhnya warausahawan baru di Kota Pahlawan. Salah satu program kerja yang akan dilakukan adalah dengan mengintensifkan pencarian bibit pengusaha muda di kalangan perguruan tinggi.

Pada pelantikan pengurus BPC Hipmi Surabaya periode 2016-2019 ini, juga sekaligus dilantik pengurus BPC Hipmi Perguruan Tinggi (Hipmi PT) yang akan membina calon-calon pengusaha muda dari kalangan kampus.

Hipmi Surabaya sendiri sudah mempunyai perwakilan pengurus di 8 perguruan tinggi terkemuka di Surabaya, dinataranya di Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Universitas Ciputra (UC), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi  (STIE) Mahardika, dan Universitas Katolik Widya Mnadala (UWM).

Pada setiap kampus ini, Hipmi Surabaya menyiapkan 6 orang pengurus yang ditargetkan bisa merekrut sedikitnya 20 orang pengusaha muda baru dari masing-masing kampus. Para pengurus di Hipmi PT ini akan melakukan pendampingan seperti bussiness coaching kepada mahasiswa mengenai cara-cara berwirausaha.

Target penghimpunan anggota dari kalangan kampus ini sejalan dengan target penghimpunan anggota Hipmi Surabaya sebanyak 1.000 pengusaha dalam 3 tahun kedepan.

“Saat ini anggota kami di Hipmi Surabaya mencapai 280 orang. Kami optimis dengan pendekatan yang kami lakukan bisa menghimpun sampai 1.000 anggota di akhir masa kepengurusan ini,” kata Kuswana.

Untuk menularkan virus kewirausahaan, Hipmi Surabaya juga akan gencar mengadakan temu bisnis rutin tiap bulan. Temu bisnis yang dikonsep santai ini nantinya akan membahas masalah-amsalah yang kerap ditemui pengusaha muda seperti pendanaan, hingga pajak.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Jatim, Giri Bayu Kusumah yang melantik pengurus BPC Hipmi Surabaya, mengatakan bahwa dengan pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional, Surabaya harusnya bisa terus melaju dari sisi perekonomiannya jika ditunjang dengna banyakanya pengusaha yang muncul.

“Surabaya sebagai pintu gerbang perdagangan di Indonesia Timur harus bisa dimanfaatkan oleh pengusaha muda. Jika tidak maka kita akan kalah dengan serbuan pengusaha asing seiring diberlakukannya MEA,” kata Giri.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Jamhadi, berpesan agar pengusaha muda mulai belajar mengenai kerjasama penerintah swasta (public private partnership/PPP) yang saat ini sedang menjadi trend di kalangan pengusaha luar negeri. “Jika pengusaha muda bisa memanfaatkan PPP, maka kami dari Kadin yakin peluang usaha masih terbuka sangat lebar. Ini yang harus diperhatikan oleh pengusaha muda jika ingin bersaing dengan pengusaha asing,” tuturnya.

Jamhadi juga mendorong agar pengusaha muda di Surabaya fokus pada bisnis-bisnis berbasis kreatifitas dan lebih padat modal dan meninggalkan model-model bisnis yang membutuhkan banyak pekerja, karena upah minimum perkotaan di Surabaya yang sudah cukup tinggi. kbc8

Bagikan artikel ini: