Bawa teknologi terbaru bidang konstruksi, Debindo gelar Indobuildtech

Rabu, 6 April 2016 | 18:09 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis,com: Event organizer, PT Debindo Mitratama (Debindo) kembali menggelar pameran teknologi bahan bangunan dan industri konstruksi, Indobuildtech 2016 di Surabaya. Pameran yang  sudah digelar 11 kali di Surabaya ini diharapkan bisa menjadi referensi teknologi terbaru di bidang konstruksi.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jatim, Hadi Prasetyo, mengatakan pameran mengenai teknologi baru di bidang konstruksi sangat diperlukan seiring pertubuhan sektor konstruksi dan infrastruktur pada umumnya.

“Masih tingginya pertumbuhan perekonomian di Jatim, yang rata-ratanya melampaui capaian nasional, turut mendorong pertumbuhan industri infrastruktur dan konstruksi termasuk turut mendorong permintaan akan bahan bangunan. Pengenalan teknologi terbaru dalam bidang konstruksi pun harus terus dilakukan untuk menyambut peluang itu,” katanya di sela pembukaan Indobuildtech 2016 Surabaya di Grand City Convex, Rabu (6/4/2016).

Ia menambahkan, kedepan sektor infrastruktur dan konstruksi di Jatim akan terus tumbuh dengan adanya beberapa faktor pendorong. Pertama adalah pertumbuhan konsumen kelas menengah di Jatim yang terus tinggi. Konsumen kelas menengah ini biasanya sangat tertarik untuk melakukan upgrade terhadap tempat tinggalnya dengan mengaplikasikan bahan bangunan berteknologi tebaru.

Selain faktor internal dari dalam egeri, faktor-faktor eksternal dari luar negeri bisa menjadi peluang bertumbuhnya sektor ini kedepan. Diantaranya adalah penetapan mata uang Tiongkok, Renminbi (RMB) masuk dalam reserve currency basket IMF. Dengan masuk dalam IMF reserve currency basket, maka permintaan RMB kedepan akan makin tinggi.

“Dampaknya bagi Tiongkok kurs RMB akan naik, di sisi lain ekspor mereka akan melemah. Mereka harus bangun trans-national corporation dengan menginvestasikan dana di engara-negara yang perekonomiannya amsih bertumbuh cukup baik seperti di Indonesia dan khususnya di Jatim. Itu otomatis akan mendorong sektor infrastruktur dan konstruksi,” papar Hadi.

Di Jatim, sektor infrastruktur dan konstuksi khususnya mampu menyumbang Rp 150 triliun untuk PDRB. Jumlah tersebut baru yang tercatat, sedangkan potensinya sendiri kata Hadi bisa mencapai Rp 250 triliun.

Sementara itu, dalam pameran Indobuildtech 2016 di Surabaya ini, ada sektiar 75 peserta yang membawa 150 brand baik lokal maupun internasional. Jumlah peserta pameran ini naik dari tahun lalu yang tercatat sebanyak 65 peserta.

Direktur Utamana Debindo Miratama, yang menjadi penyelenggara pameran ini, Muhammad Kushendarman, menargetkan jumlah pengunjung tahun ini bisa naik 10% dibandingkan event serupa tahun lalu yang tercatat sebanyak 11.500 pengunjung. kbc8

Bagikan artikel ini: