Pelaku usaha konstruksi skala kecil butuh suntikan KUR

Kamis, 7 April 2016 | 11:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah diharapkan dapat menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pelaku usaha konstruksi  skala kecil dan menengah. Adanya bantuan modal kerja diharapkan menjadi darah segar bagi peningkatan daya saing konstruksi di tingkat nasional.

"Pelaku usaha di bidang konstruksi kita masih banyak yang (bermodal) kecil dan menengah," ujar Wakil Sekertaris Jenderal Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi)  Errika Ferdinanta di Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Menurut Errika  program KUR pemerintah seharusnya bisa menyentuh sektor jasa konstruksi, agar sejalan dengan fokus percepatan pembangunan infrastruktur. Sehingga, kata Errika, insentif ini bisa meningkatkan daya saing pelaku bisnis skala kecil di sektor infrastruktur."Kami ingin pemerintah bisa memberikan KUR paling tidak nilainya Rp 1,5 miliar-Rp 15 miliar dengan bunga enam persen. Ini akan menggairahkan bisnis infrastruktur," papar Errika.

Dia mengatakan sejauh ini pelaku jasa konstruksi berskala kecil dan menengah justru harus berkompetisi dengan perusahaan konstruksi BUMN. Errika mengatakan rendahnya daya saing para pelaku bisnis di daerah yang langsung berhadapan dengan BUMN, dipastikan akan melemahkan industri konstruksi.

Kondisi ini ,sambung  Errika industri jasa konstruksi akan sulit berkompetisi di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). "Di Malaysia, bunga pinjamannya sekitar 5-7 persen, tetapi kita masih tinggi. Jadi, perlu ada bank khusus infrastruktur di sini," terang dia.

Selain itu, sambung Errika, untuk menggairahkan industri jasa konstruksi, pemerintah mesti menciptakan program inkubator bagi pelaku usaha jasa konstruksi pemula dan bermodal kecil. "Kami mau terus meningkatkan daya saing kontraktor dan harapnnya ada inkubator," pungkas Errika.kbc11

Bagikan artikel ini: