Teluk Lamong siapkan angkutan peti kemas berbasis kereta api

Selasa, 12 April 2016 | 15:09 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Terminal Teluk Lamong siap mengembangkan angkutan peti kemas dari pelabuhan yang berbasis moda kereta api. Rencana tersebut tertuang dalam penandatanganan nota kesepahamanan (MoU) antara Terminal Teluk Lamong (anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)) dengan PT Krakatau Bandar Samudra (PT KBS), anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk akhir pekan lalu.

PT KBS adalah perusahaan yang mengelola Pelabuhan Cigading, Banten, dengan layanan curah (bulk) dan curah kering (dry bulk). PT KBS saat ini memiliki kapasitas curah kering yang cukup besar di Indonesia, sebesar 12 juta ton per tahun.

Menurut Direktur Utama TTL, kerjasama ini merupakan wujud dari Sinergi BUMN untuk negeri, agar Cost Logistic negeri ini menjadi lebih efisien. Proses pendistribusian barang melalui pelabuhan dengan koneksi jalur kereta api tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan arus logistik di Indonesia, serta mampu mengurangi volume kepadatan di jalan raya.

"Inovasi yang dilakukan Pelindo III, melalui anak usahanya Terminal Teluk Lamong, guna mengurangi biaya logistik nasional akan berdampak positif untuk mendongkrak perekonomian bangsa," ujar Prasetyo lagi.

Lebih lanjut ia mengatkan bahwa kecepatan waktu tempuh merupakan salah satu keuntungan menggunakan jalur kereta api. Apabila menggunakan truk dari Jakarta ke Surabaya, waktu yang dibutuhkan mencapai 48 jam per boks peti kemas. Maka dengan menggunakan kereta api, hanya membutuhkan waktu kurang dari 18 jam serta dapat menampung hingga 60 boks peti kemas dalam satu rangkaian untuk sekali jalan. Layanan angkutan kereta api yang akan dibuka oleh TTL ditujukan pada jalur double track dengan potensi perjalanan 15 trip per hari dan berkapasitas peti kemas lebih dari 500 TEUs (twenty foot equivalent units).

Adanya layanan angkutan logistik berbasis kereta api di Terminal Teluk Lamong tersebut meningkatkan kecepatan serta ketepatan pelayanan di terminal semi otomatis yang dikelola Pelindo III itu. Bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Kereta Api Logistik (KALOG), serta beberapa pelabuhan besar di Indonesia lainnya. TTL diharapkan menjadi pemicu interkoneksi transportasi logistik dan pintu gerbang perkonomian untuk Jawa Timur serta Kawasan Timur Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama PT KBS, Tonno Sapoetro menambahkan bahwa kerjasama yang terjalin tidak hanya untuk jangka pendek dan bermanfaat secara bisnis di antara keduanya, tetapi lebih pada tujuan besar yakni untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia. "Kita bersepaham untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik, melalui perbaikan tata kelola logistik," tambah Tonno.

Jadi Ikon Jawa Timur

Pada kesempatan berbeda, saat peresmian Galeri Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi Jawa Timur oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bappeda Jatim). Pelindo III terpilih menjadi salah satu ikon industri di Jawa Timur yang dipamerkan. BUMN kepelabuhan tersebut dinilai telah memenuhi persyaratan struktur penataan ruang serta didukung penuh oleh pemerintah pusat dan daerah.

Dalam pameran tersebut ada tiga flagship project Pelindo III yang ditampilkan. Pertama, JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate) yang merupakan kawasan industri terintegrasi dengan fasilitas pelabuhan. Kedua, terminal semi-otomatis berkonsep ramah lingkungan pertama di Indonesia, Terminal Teluk Lamong. Ketiga, Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, terminal kapal laut modern yang fasilitasnya tak kalah dari bandar udara.

Galeri Tata Ruang dan Pertanahan merupakan wujud keterbukaan informasi publik yang difasilitasi oleh Pemprov Jatim. "Galeri tersebut merupakan inisiatif dari Pemprov Jatim untuk memberikan informasi publik tentang penggunaan tata ruang dan industri yang sedang dikembangkan di Jawa Timur," jelas Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

Terminal Teluk Lamong dinilai memiliki tata ruang, proses perizinan dan pembangunan yang memenuhi syarat, serta sejalan dengan rencana pemerintah daerah. Ketiga ikon industri yang dipersembahkan Pelindo III untuk bangsa Indonesia tersebut dapat dilihat di Galeri Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi Jawa Timur. Sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangan pelabuhan dan industri di Jawa Timur.kbc6

Bagikan artikel ini: