Produsen office equipment Tissor bidik pertumbuhan 35% di Jatim

Selasa, 12 April 2016 | 19:14 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Produsen peralatan kantor, PT Tissor Indonesia (Tissor) membidik pertumbuhan omset hingga 35% tahun ini di wilayah Jatim.

Branch Manager Tissor Indonesia untuk wilayah Jatim, Alfan Wildan Nugroho, mengatakan pihaknya akan meluncurkan produk baru serta memperluas area pemasaran untuk mencapai target tersebut.

“Saat ini lini produk utama kami ada 4 yakni mesin penghitung uang, mesin kasir, scanner sidik jari dan pengusir hama. Kami terus berkomitmen untuk meluncurkan produk-produk baru untuk memenuhi kebutuhan pasar,” katanya kepada wartawan di sela Fun Gathering Tissor Indonesia di Plaza Surabaya,Selasa (12/4/2016).

Untuk produk baru, Alfan mengatakan pihaknya akan meluncurkan beebrapa produk baru khususnya untuk jajaran mesin kasir (cash register). Tiap tahun, setidaknya Tissor akan mengelurkan sedikitnya 3 produk baru untuk memenuhi kebutuhan pasar.  

“Seperti produk cash register ini, pasarnya masih sangat luas seiring terus bertumbuhnya outlet-outlet kuliner yang pastinya membutuhkan mesin kasir. Kami juga terus meningkatkan kualitas produk kami dengan menambahkan fitur-fitur yang dibutuhkan pelanggan,” katanya.

Ia mencontohkan, mesin cash register andalan Tissor saat ini yakni tipe T-5000, diklaim menjadi mesin kasir pertama di Indonesia yang dilengkapi pendeteksi uang palsu terlengkap.

Selain menambah produk, Tissor Indonesia juga akan memperluas area pemasaran dengan berencana membuka kantor cabang di Bali. Di Pulau Dewata, Tissor membidik industri kuliner dan pariwisata.

“Seperti kita tahu di Bali pertumbuhan pelaku usaha kuliner tidak pernah surut tiap tahun. Setiap mereka membuka outlet, pasti memerlukan setidaknya mesin kasir. Karenanya kami optimis untuk membuka pasar kesana,” tuturnya.

Saat ini dari total penjualan Tissor, mesin penghitung uang masih menjadi kontributor utama dengan sumbangan sekitar 60%, disusul kemudian dengan mesin kasir yang berkontribusi terhadap omset sekitar 20%. Tahun lalu, di wilayah Jatim, omset Tissor tercatat mencapai Rp 6 miliar. Jumlah ini tumbuh 25% dibandingkan tahun sebelumnya. kbc8

Bagikan artikel ini: