Maret, Ekspor non migas Jatim tergerus 2,55%

Jum'at, 15 April 2016 | 17:36 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Setelah sempat menguat sepanjang dua bulan terakhir, ekspor non migas Jawa Timur kembali tergelincir di bulan Maret 2016. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, ekspor non migas Jatim di sepanjang Maret 2016 menglmi penurunan sebesar 2,55% dibanding Februari 2016.

"Pada Februari, ekspor non migas Jatim mencapai US$ 1,794 miliar. Sementara pada Maret, relisasinya hanya mencapai US$ 1,748 miliar atau turun 2,55%," ujar Kepala BPS Jatim Tegu Pramono di Surabaya, Jumat (15/42016).

Penurunan tersebut dipicu oleh rendahnya permintaan komoditas emas perhiasan dari berbagai negara, khususnya dari Singpura. Hal ini terlihat dari relisasi ekspor komoditas perhiasan dan permata di Maret yang mengalami penurunan sebesar 24,91%, dri US$ 753,192 juta menjdi US$ 587,896 juta.

"Selain perhiasan dan permata, komoditas ekspor yang juga mengalami penurunan pada Maret adalah lemak dan minyak hewani atau nabati turun 9,88% dari US$ 124,968 juta menjadi US$ 112,618 juta serta komoditas daging dan ikan olahan yang turun sebesar 1,76% dari US$ 44,479 juta menjadi US$ 43,696 juta," terangnya.

Walaupun demikian, Teguh menegaskan bahwa ada beberapa komoditas yang masih mencatatkan kinerja positif, diantaranya adalah ekspor komoditas tembaga yng naik 64,96% dari US$ 53,298 juta menjadi US$ 97,519 juta. Selain itu, kamoditas ikan dan udang naik 27,19% dari US$ 76,672 juta menjadi US$ 97,519 juta. Ekspor komoditas kayu dan barang dari kayu juga naik 11,36% dari US$ 90,878 juta menjadi US$ 101,200 juta dan ekspor berbagai produk kimia naik 60,19% dari US$ 30,757 juta menjadi US$ 49,271 juta.

"Jika dilihat dari negara tujun ekspor, ada beberapa yang menglami penurunn permintan dintaranya Singapura, India dan Australia. Penurunan terbesar dari Singapura yang mencapai 27,98% dari US$ 198,926 juta menjadi US$ 143,261 juta," ujarnya.

Sementara negara tujuan ekspor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kinerja ekspor non migas Jatim masih dari Jepang yang mencapai 13,99% dari total ekspor non migas Jatim atau sekitar US$ 236,439 juta di bulan Maret. Selanjutnya dari Amerika Serikat yang mencapai 9,50% atau sekitar US$ 164,814 juta dan Singapura dengan kontribusi sebesar 8,7% atau sekitar US$ 143,261 juta.kbc6

Bagikan artikel ini: