Soal kereta cepat, Emil Salim : Pengembangan infrastruktur pemerintah serampangan

Senin, 18 April 2016 | 16:38 WIB ET
(Istimewa)
(Istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Begawan ekonomi yang juga mantan menteri yang menempati beberapa posisi di era Orde Baru, Emil Salim, kembali mengkritisi kebijakan pengembangan infrastruktur nasional yang terkesan serampangan dan tidak sesuai prioritas.

Padahal di saat kondisi rakyat Indonesia tengah mengalami ketimpangan pendapatan karena adanya the low income trap, pengembangan infrastruktur yang benar memang bagus. Pasalnya akan mengurangi beban bisnis yang selama ini high cost.

"Tapi jika pembangunan infrastruktur itu benar, maka akan ada multiplier effect ke produktivitas yang lebih tinggi. Sehingga pada akhirnya pendapatan itu akan tinggi," ujar Emil di Jakarta, Senin (18/4/2016).

Menurut Emil, langkah pemerintah untuk menggenjot pembangunan infrastruktur sudah bagus. Karena saat ini, perekonomian nasional itu masih terbebani dengan produktivitas rendah dan biaya tinggi pada ranah logistik dan distribusi.

"Bayangkan saat ini, infrastruktur jalan, listrik, air, dan lainnya masih dalam kualitas rendah. Sehingga kondisi itu tidak menarik investasi," tegas Emil.

Padahal, menurut cucu Agus Salim ini, investasi dengan teknologi tinggi sangat memperhatikan kondisi infrastruktur. "Karena perusahaan seperti itu, mereka maunya cepat dapat profit. Untuk itu, kualitas infrastruktur itu harus bagus," tandasnya.

Namun begitu, Emil sangat menyayangkan pembangunan infrastruktur itu terkesan dilakukan secara serampangan, dan tidak memperhitungkan skala prioritas itu.

"Semua infrastruktur itu digarap. Bahkan ada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Apa itu penting?” sebut dia.

Jika pemerintah membangun infrastruktur secara serampangan seperti proyek kereta cepat, maka terkesan pola pikir pemerintah kurang cerdas. "Jika pemerintah tetap dengan proyek infrastruktur kereta cepat Jakarta-Bandung, ini bukti pemerintah membangun infrastruktur tidak pakai otak," cetus Emil.

Seharusnya, menurut Emil pemerintah  perlu mengedepankan skala prioritas. Antara lain pembangunan infrastruktur untuk Indonesia di wilayah timur.

"Kalau dikembangan dengan ada priority-nya, maka akan mengedepankan tujuan betul. Sehingga kebijakannya bisa on the right track. Jadi, indonesia timur perlu juga dikedepankan," ujarnya.

Sebelumnya, Emil juga mengutarakan belum ada urgensi yang menuntut pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung karena jarak tempuhnya terlalu pendek. Seharusnya keberadaan moda transportasi kereta diperlukan untuk jarak yang lebih jauh.

Emil lantas mempertanyakan janji pemerintahan Joko Widodo membangun sistem transportasi massal yang ideal. Menurutnya pemerintah tidak perlu membangun transportasi yang sebenarnya belum begitu diperlukan, dan di sisi lain juga serampangan. kbc11

Bagikan artikel ini: