Belajar bisnis dari miliarder cantik pengusaha batik, Sally Giovanny

Senin, 2 Mei 2016 | 12:10 WIB ET

BATIK memang telah resmi diakui Unesco sebagai warisan budaya Indonesia. Yang menggembirakan, batik kini sudah mulai disukai kaum muda sebagai pakaian sehari-hari. Tak hanya itu, banyak anak muda kini yang mulai menggeluti bisnis dari bidang ini. Sally Giovanny salah satunya.

Bahkan wanita muda berparas cantik ini berhasil menjadi miliarder muda di Indonesia. Sally Giovanny merupakan owner Batik Trusmi Cirebon, toko batik terluas di Indonesia yang luasnya mencapai 1,5 hektar, dengan jumlah karyawannya saat ini mencapai 850 karyawan tetap dan 500 pengrajin batik.

Setiap harinya ada ribuan pengunjung mengunjungi gerainya, dan omset yang Ia dapat bisa mencapai Rp 100 juta per harinya. Angka yang tidak sedikit. Dan saat ini, Toko Trusmi miliknya sudah memiliki cabang di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan tentunya di Cirebon itu sendiri. Bahkan saat ini gerai toko batik Trusmi miliknya terus berkembang dan merambah masuk ke dunia bisnis online dengan bendera eBatikTrusmi.com

Tidak mudah ternyata mencapai kesuksesan Sally seperti saat ini. Dari latar belakang ekonomi keluarga yang bisa dikatakan kurang mapan, disitulah Sally mulai memutuskan untuk memulai berbisnis.

Berawal dari usaha pertamanya sejak Sally berumur 18 tahun. Dia berdagang batik khas Cirebon, Dia berkeliling untuk menawarkan produk dagangannya di pasar, demi mendapatkan pelanggan dia berkeliling di pasar-pasar Jakarta, Bandung dan Surabaya

Bisa dibayangkan, betapa beratnya perjuangan Sally memulai bisnisnya, panas dan debu jalanan sudah menjadi teman setianya dalam perjuangan memasarkan produk-produk dagangannya

Tapi kini kegigihan dan ketekunannya membawa keberhasilan yang luar biasa, pengalaman membuatnya menjadi pribadi yang lebih kokoh dan kuat saat ini.

Sally yang kini berusia 27 tahun telah menjadi pebisnis muda yang diperhitungkan di Indonesia, apalagi bidang yang Ia tekuni adalah kekhasan Indonesia yaitu batik. Memang, tidak bisa dipungkiri, perkembangan Kota Cirebon sebagai Kota Wisata membantunya membesarkan nama Batik Trusmi.

Awalnya Sally hanya memiliki toko permanen dalam ukuran kecil, dan kini sudah berkembang menjadi toko grosir batik terbesar di Indonesia seperti saat ini. “Saya lebih baik dikomplain karena harga, daripada dikomplain karena mutu produk”. Sally Giovanny

Mengutamakan kualitas dengan harga yang sedikit lebih mahal dibandingkan harga murah namun tidak berkualitas, itulah strategi yang dipilih Sally, karena bisa menghindari persaingan harga yang tidak pernah ada habisnya yang tentunya sangat menguras energi

Variasi produk yang banyak membuat pengunjung bisa memilih produknya sesuai dengan apa yang mereka butuhkan dan tentunya sesuai pula dengan isi dompet mereka.

Selain itu, harga yang mahal membuat kain batik itu sendiri menjadi lebih berkelas. Peluang bisnis terbuka untuk siapa saja, tanpa memandang gender bahkan usia. Yang penting pelaku bisnis mau berusaha pasti bisa memulai bisnis.

Bagikan artikel ini: