Kunci sukses CEO Pinterest ini ternyata, 'keras kepala'

Senin, 9 Mei 2016 | 09:33 WIB ET

KESUKSESAN Facebook, Twitter dan lainnya dalam memanfaatkan perkembangan teknologi membuat banyak perusahaan startup mencoba peruntungannya di perusahaan berbasis teknologi online.

Tidak terkecuali Ben Silbermann, CEO Pinterest ini juga memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Meski saat ini Pinterest adalah salah satu perusahaan swasta yang paling berharga di Silicon Valley, namun mereka memulainya dengan terseok-seok.

Pada Maret 2010, empat bulan setelah meluncurkan perusahaan, Pinterest hanya memiliki beberapa ribu pengguna. Bandingkan dengan Instagram, yang sudah berhasil menarik 1 juta pengguna dengan kurun waktu yang sama.

"Maret 2010 kami meluncurkan Pinterest dan kami hanya memiliki 3.000 users," kata Silbermann kepada para investor tentang bagaimana Pinterest memulai awal yang lambat di 2012, seperti dilansir dari Business Insider.

"Dan itu tidak akan begitu buruk jika kita tidak mulai membangun Pinterest pada November 2009. Dan akan lebih baik jika saja saya tidak meninggalkan pekerjaan saya untuk memulai perusahaan pada Mei 2008," tambah dia.

Meski demikian, saat ini Pinterest telah berkembang pesat dengan lebih dari 100 juta pinners aktif per bulan. Hasilnya, pada Maret 2015 perusahaan membukukan valuasi mencapai US$11 miliar. Saat ini Pinterst berfokus pada monetisasi, dan kemungkinan akan mempersiapkan untuk go public, dengan pendapatan US$100 juta pada 2015.

Namun, yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana kegigihan Silbermann, yang tidak menyerah ketika Pinterest berada di dasar jurang. Silbermann pun menyarankan untuk tidak pernah berhenti mencoba, selama mereka mampu bertahan dari emosional dan keuangan.

Menurutnya, biasanya inersia (penolakan berubah) akibat ketidakamanan dan tekanan dari orang-orang sekitar kita, adalah hal yang harus kita lawan.

"Saya mendengarkan cerita dari Shankar Vedantam di (media) NPR tentang grit (kesabaran dan pantang menyerah). Grit ini semacam kebajikan yang digembar-gemborkan sekarang. Namun, pada akhir acara dia bertanya 'Apa perbedaan antara grit dan keras kepala?' dan dia hanya menjawab ini bergantung dari hasil akhir," katanya.

"Jika semuanya berjalan dengan baik Anda mengatakan, 'Oh, itu grit'. Tapi jika ternyata Anda bekerja keras dan benar-benar gagal itu, Oh, itu berarti Anda keras kepala," tambah dia.

Oleh karena itu, dia mengatakan seseorang harus terus berusaha untuk terus maju, meskipun ada banyak hal yang akan menghambat Anda untuk tidak melanjutkan ide tersebut. Dia menambahkan, jawaban dari alasan tersebut sederhana, kita tidak ada pernah tahu apakah itu grit atau keras kepala sebelum kita melakukan retrospeksi.

Silbermann melanjutkan, Isaac Newton adalah gambaran sempurna dari seseorang yang bisa memiliki keduanya grit dan keras kepala. Terbukti, pada akhirnya dia dipandang sebagai seorang yang sukses.

"Dia menghasilkan kalkulus, itu sebuah yang grit. Tapi beberapa dekade yang lalu dia mencoba untuk mengubah timah menjadi emas, nah itu yang keras kepala. Dua hal berbeda yang dilakukan orang yang sama," katanya.

"Saya pikir itu benar-benar menggambarkan keadaan ini. Jadi, ketika seorang pengusaha bertanya kepada saya, itu yang biasanya saya katakan kepada mereka. Anda harus bias terhadap pembukuan, kecuali Anda pribadi tidak dalam posisi emosional atau finansial Anda memungkinkan untuk melakukan itu," jelas dia.

Silbermann juga mengatakan bahwa perbedaan antara perusahaan yang sukses dan yang gagal adalah soal eksekusi. Sebelum Pinterest, Silbermann telah mencoba membangun sejumlah perusahaan, namun tidak pernah sukses.

"Pelajaran besar saya pelajari, setelah saya membuat beberapa perusahaan (sebelum Pinterest), dan maksud saya mereka tidak pernah terpuruk mereka hanya gagal, adalah ide yang baik dilanjutkan dengan eksekusi yang baik pula," jelasnya.

"Sebuah pelajaran besar yang berharga bagi saya adalah jumlah orang-orang hebat yang dibutuhkan untuk melaksanakan ide-ide yang benar-benar baik dan bagaimana tipisnya garis antara eksekusi besar dan eksekusi yang buruk, setelah melihat ke belakang," tukasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: