Kelulusan tak lagi ditentukan hasil UN, tapi pleno guru

Rabu, 11 Mei 2016 | 17:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah telah mengubah sistem penentu kelulusan siswa sekolah bukan lagi murni dari hasil ujian nasional.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan, penentu kelulusan siswa kini diputuskan melalui rapat dewan guru atau pleno guru. Menurutnya, sejak tiga tahun lalu UN tidak lagi menjadi syarat utama kelulusan. Namun pihak sekolah lah yang mempertimbangkan kelulusan tersebut.

"Pihak sekolah dengan mempertimbangkan seluruh mata pelajaran memutuskan apakah seorang anak bisa dinyatakan lulus atau tidak," ujarnya seperti dikutip kemdikbud.go.id, Selasa (10/5/2016).

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Zainal Arifin Hasibuan mengatakan, pihaknya mempunyai standar panduan untuk sekolah terkait penentuan kelulusan siswa. BSNP memberi panduan bagaimana sekolah menentukan kelulusan.

"Mereka harus mengikuti proses pembelajaran dengan baik, tidak serta merta siswa bisa ikut ujian sekolah.

"Kami juga dorong sekolah meningkatkan kapasitas dirinya untuk bisa melihat proses seperti apa yang bisa mengantarkan siswa sampai penghujung pembelajaran,” katanya.

Selebihnya Zainal mengatakan, beragam jenis ujian siswa di sekolah merupakan bagian dari proses pembelajaran mengenai materi, standar isi, proses, dan penilaian. Akumulasi dari keempat hal itu  mengantarkan siswa sampai pada satu titik keputusan, lulus atau tidak.

Selain itu, siswa juga mesti memiliki tiga kompetensi yaitu kompetensi pengetahuan atau kognitif, kompetensi keterampilan atau psikomotorik, dan kompetensi sikap atau afektif.  

Tiga hal ini, sambungnya saling terkait, sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencipakan anak bangsa yang cerdas, berpengetahuan, berketerampilan, berbudi luhur, serta berketuhanan Yang Maha Esa. kbc10

Bagikan artikel ini: