RNI setop sementara pengembangan Rajawali Mart, ini alasannya

Jum'at, 13 Mei 2016 | 12:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) memutuskan untuk menghentikan sementara pengembangan Rajawali Mart. Sebab, perusahaan pelat merah itu kesulitan mendapatkan izin pendirian pasar modern dari pemerintah.

Hal ini diungkapkan  Direktur Utama PT RNI B. Didik Prasetyo usai menjual gula murah di Pasar Palmerah, Jakarta, Kamis (12/5/2016). "Kami setop dulu pengembangannya. Yang operasionalnya masih jalan. Yang sudah merugi kami tutup," kata Didik.

Saat ini, RNI hanya memiliki 30 Rajawali Mart di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Menyusut drastis dari sebelumnya 99 gerai.

Melihat itu, RNI tengah mencari strategi baru untuk menjaga eksistensi toko ritelnya. "Apakah nanti dijadikan grosir saja. Kami lagi coba pelajari dan cari yang menguntungkan," katanya.

"Kami kemarin ada penjajakan untuk bekerja sama dengan Indomart. Kami gandengkan supaya ruginya tidak terlalu besar. Tapi ini masih kajian," ungkapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: