HIPMI Jatim kirim 150 mahasiswa ikuti jambore pengusaha pemula se-ASEAN

Jum'at, 20 Mei 2016 | 15:25 WIB ET
Ketua Umum HIPMI Jatim Giri Bayu Kusumah.
Ketua Umum HIPMI Jatim Giri Bayu Kusumah.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur mengirim 150 delegasi mahasiswa untuk mengikuti Jambore HIPMI Perguruan Tinggi (PT) Se-ASEAN di Universitas Telkom, Bandung, 22-26 Mei 2016. Jambore tersebut diikuti oleh mahasiswa yang sekaligus pengusaha pemula dari seluruh Indonesia dan perwakilan dari setiap negara di Asia Tenggara. Total terdapat 4000 mahasiswa pengusaha pemula yang ikut dalam ajang tersebut.

"Hari Sabtu (21/5/2016), kami berangkatkan 150 mahasiswa anggota HIPMI Perguruan Tinggi (PT) dari sejumlah kampus. Mereka adalah mahasiswa yang sudah mulai merintis bisnis dan bergabung di HIPMI PT. Ada dari Unair, ITS, UK Petra, Universitas Brawijaya, UMM, Universitas Jember, Unesa, UM, dan banyak lagi," ujar Ketua BPD HIPMI Jatim Giri Bayu Kusumah. HIPMI PT sendiri adalah organ di HIPMI yang beranggotakan para mahasiswa yang sudah mulai merintis bisnis.

Giri mengatakan, Jambore HIPMI PT Se-ASEAN dijadwalkan akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Ajang tersebut menjadi sarana untuk berbagi pengalaman bisnis, memperkuat jaringan, dan mewujudkan pengusaha muda yang semakin berkualitas.

”Anak-anak muda dari Jatim ini bawa misi khusus memperkuat jaringan dan mempromosikan usahanya. Diharapkan pemasaran produk mahasiswa yang sudah mulai merintis bisnis itu semakin luas, menjangkau seluruh Indonesia dan kawasan ASEAN,” kata Giri.

Ajang jambore tersebut, lanjut dia, adalah kegiatan strategis karena diikuti oleh pengusaha pemula se-Indonesia dan perwakilan negara ASEAN. Mahasiswa yang juga pengusaha pemula bisa berbagi pengalaman dan jaringan. Delegasi Jatim juga langsung membawa sampel produknya untuk dipromosikan di ajang tersebut. ”Kami menargetkan tercipta dua puluh jenis kerja sama pemasaran bisnis antara mahasiswa di Jatim dan seluruh Indonesia dan lima kerja sama pemasaran dengan delegasi dari negara-negara ASEAN,” tuturnya.

Giri optimistis para mahasiswa Jatim yang sudah mulai merintis bisnis mempunyai daya saing. Sejumlah pelatihan dan seminar yang digelar HIPMI cukup mampu mendongkrak daya saing para anggota HIPMI PT. ”Saya lihat ada yang produksi makanan olahan dengan kualifikasi sangat tinggi, sudah ada sertifikasinya. Ada yang produksi alas kaki. Mereka kreatif-kreatif. Saya sangat yakin pemasaran produknya bisa semakin luas melalui ajang Jambore HIPMI PT se-ASEAN ini,” papar Giri.

Selain itu, sambung Giri, Jambore HIPMI PT se-ASEAN bakal dihadiri banyak menteri dan pengusaha besar. Juga ada kompetisi business plan. "Ini kesempatan bagi anak muda Jatim untuk meningkatkan kompetensi diri dan jaringan," ujarnya.

Giri mengatakan, HIPMI Jatim terus mengembangkan HIPMI PT di berbagai kampus yang ada di Jawa Timur. Total anggota HIPMI PT di Jatim mencapai hampir 900 mahasiswa, tepatnya 878 mahasiswa. Mereka tersebar di kampus-kampus yang ada di Jatim.

”Jumlah ini masih sangat minim dibanding total mahasiswa di seluruh Jatim yang mencapai ratusan ribu orang. Di lima kampus negeri yang ada di Surabaya, yaitu Unair, ITS, Unesa, UPN, dan UIN Sunan Ampel, saja jumlah mahasiswanya lebih dari 100.000 orang,” ujarnya.

Oleh karena itu, HIPMI Jatim terus mengajak para mahasiswa untuk berani merintis usaha. Menurut Giri, mahasiswa menjadi salah satu sumber utama pencetakan pengusaha muda baru karena mempunyai sumberdaya yang relatif lebih siap dibanding segmen muda lainnya.

Giri mengatakan, HIPMI Jatim baru saja usai melakukan survei terbatas di empat kampus yang ada di Surabaya dan Malang. Hasilnya, ternyata 63 persen mahasiswa masih berparadigma setelah lulus menjadi karyawan. ”Mindset ini harus diubah. Indonesia butuh banyak pengusaha baru karena sekarang jumlahnya baru 1,5 persen dari total populasi 250 juta jiwa. Padahal di Singapura sudah 7 persen dari total populasi, Malaysia 5 persen, Vietnam 3 persen, dan Thailand 4,5 persen. Kalau ekonomi negeri mau kuat, ya kuncinya menambah jumlah pengusaha. Mahasiswa menjadi sumber pencetakan pengusaha baru yang potensial. HIPMI PT bertugas untuk melakukan itu,” papar Giri. kbc5

Bagikan artikel ini: