Produk kelapa RI mulai naik daun di AS dan Eropa

Selasa, 24 Mei 2016 | 10:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produk kelapa yang selama ini jadi salah satu andalan ekspor Indonesia, sudah mulai 'naik kelas'. Dari sebelumnya hanya produk makanan dan berikat, menjadi produk gaya hidup.

Hal itu diungkapkan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong saat membuka pertemuan Asia Pacific Coconut Community (APCC), di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (23/5/2016). "Kelapa ini salah satu komoditas strategis yang sekarang lagi naik daun. Tiba-tiba menjadi populer di negara kaya dan maju seperti Amerika dan Eropa," katanya.

Dalam pertemuan negara-negara penghasil komoditas dari kelapa ini, Lembong menilai, saat kelapa mulai digandrungi pasar dunia, di sisi lain produk kelapa di Indonesia malah selama ini terkesan terabaikan.

"Segala produk kelapa dari air kelapa, minyak kelapa, sampai coconut chip banyak turunannya. Menurut hemat saya, produk kelapa ini komoditas yang terbengkalai di Indonesia," jelas Lembong.

"Sangat kurang pengembanghannya dan dukungannya kepada sektor pertanian. Kelapa jadi ini contoh di mana semoga-moga kita bisa mengembangkan dan menggarap potensi ekspor maupun produksi lokal dari kelapa," tambahnya.

Sebagai informasi, pertemuan negera-negara kelapa sawit ini merupakan pertemuan tahunan yang ke-52. Sejumlah perwakilan negara anggota APCC ini antara lain Malaysia, Filiphina, Papua Nugini, Sri Lanka, Thailand, dan Brasil.

Seperti diketahui, Indonesia bukan hanya eksportir kelapa namun juga importir. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor 54,4 ton kepala dengan nilai US$ 59 ribu selama April 2016. Lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 62,8 ton dengan nilai US$ 78.909.

Akumulasi dalam empat bulan di tahun ini adalah 320 ton dengan nilai US$ 392.947. Negara pemasok kelapa adalah Thailand dengan 53,2 ton atau US$ 55.470 dan sisanya adalah dari Filipina. kbc10

Bagikan artikel ini: