Manulife dorong perusahaan cadangkan dana untuk pesangon karyawan

Kamis, 26 Mei 2016 | 01:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) ManuIife Indonesia terus mendorong perusahaan di Indonesia untuk mencadangkan dana guna mengikuti program pesangon karyawan dalam Program DPLK untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP).

Chief of Employee Benefits Manulife Indonesia, Nur Hasan Kurniawan, mengatakan saat ini masih banyak perusahaan di Indonesia yang tidak mencadangkan dana untuk program pesangon karyawannnya khususnya dalam Program DPLK untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP).

 “Kewajiban pesangon pasti terjadi, entah karena karyawan pensiun, meninggal dunia, atau PHK. Sayangnya, masih banyak perusahaan yang belum siap untuk membayarkan pesangon karyawan karena tidak mencadangkan dana sejak dini. Akibatnya, arus kas terganggu dan perusahaan terbebani saat uang pesangon harus dibayarkan,”katanya kepada wartawan di sela Seminar betema Pentingnya Program Pesangon bagi Perusahaan dalam Memenuhi Kewajiban UU no. 13/2003 tentang ketenagakerjaan di Hotel Mercure Surabaya, Rabu (25/5/2016).

Nur Hasan mengatakan, dengan mencadangkan dana pesangon bagi karyawan maka cash flow perusahaan tidak akan terganggu bila suatu saat ada kejadian yang mengakibatkan perusahaan harus mengeluarkan pesangon dalam jumlah besar.

Ia mencontohkan, dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan migas yang mengalami kesulitan akibat anjloknya harga minyak dunia. Perusahaan-perusahaan tersebut harus melakukan efisiensi dengan merumahkan atau memutus kontrak karyawannya.

“Jika terjadi hal seperti ini maka perusahaan akan menghadapi amsalah serius jika tidak mencadangkan dana pesangon sebelumnya,” katanya.

Manulife Indonesia sendiri, kata Nur Hasan, sampai akhir Triwulan I/2016 menghimpun dana kelolaan DPLK mencapai Rp 13,19 triliun dimana Rp 2 triliun diantaranya adalah dana kelolaan untuk program PPUKP. Jumlah peserta DPLK di Manulife Indonesia mencapai 400 ribu peserta dari 3.000 perusahaan. Dari jumlah tersebut, baru 286 perusahaan yang mengikutkan karyawannya dalam PPUKP di Manulife Indonesia.

“Secara keseluruhan industri DPLK, sejak November 2013, baru ada 430 perusahaan yang ikut program PPUKP dengan total aset mencapai Rp 11 triliun. artinya masih sangat sedikit perusahaan yang mengikuti program PPUKP padahal program ini wajib diikuti oleh perusahaan sesuai dengan Undang-undang No. 13/2003, khususnya pasal 167,” kata Nur Hasan yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Asosiasi DPLK ini. kbc8

Bagikan artikel ini: