Ambisi rajai pasar pintu kayu, produsen furnitur lokal ini gandeng perusahaan Jepang

Jum'at, 27 Mei 2016 | 11:30 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Produsen furnitur asal tanah air Integra Group akan memperbesar porsi pemasaran di dalam negeri pasca meresmikan kerjasama dengan produsen furnitur asal Jepang, Woodone. Keduanya membentuk perusahana patungan bernama PT Woodone Integra Indonesia.

Direktur Utama Integra Group, Halim Rusli, mengatakan selama ini pihaknya fokus pada pemasaran produk ke luar negeri dengan porsi mencapai 95%. Perusahaan baru ini akan fokus pada produksi pintu dan kelengkapannya, yang berbahan dasar kayu.

“Kedepan kami ingin memperbesar porsi pemasaran di dalam negeri dari 5% menjadi sedikitnya 30% setelah kerjasama dengan Woodone ini. Kami melihat potensi pasar di dalam negeri masih sangat besar seiring rencana pemerintah membangun 5 juta rumah dalam 5 tahun kedepan,” katanya kepada wartawan di sela peresmian Showroom Thoma Home milik Integra di Surabaya, Kamis (26/5/2016).

Nantinya, hasil produksi PT Woodone Integra Indonesia akan digunakan untuk memenuhi pasar dalam negeri. Proyek-proyek yang akan menggunakan produk Woodone Integra diantaranya gedung-gedung baru, seperti hotel, apartemen, dan perumahan. Selain di dalam negeri produknya juga akan diekspor ke Inggris, Irlandia, Skotlandia, Belgia, Belanda, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Somalia, sampai Ethiopia.

Saat ini kapasitas produksi Woodone Integra mencapai 15.000 daun pintu tiap bulan. Tahun depan produksinya akan ditingkatkan menjadi 30.000 daun pintu per bulan.

“Kami melihat saat ini pemain di bisnis daun pintu siap pakai masih sedikit. Yang banyak adalah home industri dengan metode pertukangan yang kualitasnya jauh dari standar. Karenanya kami optimis dengan kerjasama ini apalagi perusahaan Jepang sudah dikenal dengan kualitas produk dan etos kerjanya yang tinggi,” kata Halim.

Integra Group, melalui anak perusahaannya PT Integra Indoeabinet, telah dikenal sebagai produsen furniture indoor berbahan rotan dan kayu. Skekitar 90% produknya ditujukan untuk pasar ekspor seperti Eropa dan Amerika. Grup usaha ini juga mempunyai dua hutan kayu Narkata Rimba seluas 67,782 hektare dan Belayan Timber River seluas 107,610 hektare di Kalimantan Timur. Kedua hutan yang dimiliki Integra Group ini resmi meraih sertifikat Forest Stewardship Council (FSC) dan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Sertifikat tersebut menjamin bahwa kayu dihasilkan dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab, sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara Woodone Co Ltd is adalah perusahaan asal Hiroshima Jepang yang dikenal sebagai produsen material rumah berbahan dasar kayu. kbc8

Bagikan artikel ini: