Pengembangan desa wisata melonjak 100%

Selasa, 27 Oktober 2009 | 21:17 WIB ET

JAKARTA - Program pengembangan desa wisata yang digencarkan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), ternyata memberikan dampak positif bagi masyarakat di pedesaan. Bahkan keberadaan desa wisata itu mampu meningkatkan perekonomian desa serta menyejahterahkan warga desa. Karena itu, program pengembangan desa dinaikkan 100% dari 100 desa pada tahun 2009 menjadi 200 desa pada tahun 2010.

Selain itu, besarnya alokasi dana untuk mengembangkan desa wisata juga dinaikkan dari Rp 50 juta tahun 2009 menjadi Rp 80 juta hingga Rp 100 juta pada tahun 2010.

"Dana itu untuk dimanfaatkan memperbaiki fasilitas desa wisata seperti membangun fasilitas home stay, mengolah bahan baku lokal untuk suvenir dan kuliner, serta kegiatan yang berbasis dari sumber daya desa setempat" ungkap Sekretaris Ditjen Pengembangan Destinasi Depbudpar Winarno Sudjas di

Jakarta, Selasa (27/10/09).

Program pengembangan desa wisata ini, lanjut Winarni, mendapat dukungan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri bidang pariwisata. PNPM Mandiri merupakan program utama Kementerian Koordinator Kesra yang mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat dari 17 kementerian maupun lembaga pemerintah.

Dalam PNPM Mandiri ada dua macam yakni PNPM Inti dan PNPM Perkuatan. PNPM Inti menggarap perdesaan dan perkotaan, di mana setiap kecamatan di pedesaan dan perkotaan mendapat dana PNPM Mandiri sebesar Rp 3 miliar.

Untuk PNPM Perkuatan yang masuk ke bidang pariwisata dimaksudkan agar pariwisata makin berkembang yakni dengan adanya sekitar 200 desa wisata pada tahun 2010 yang tersebar di nusantara. kbc10

Bagikan artikel ini: