Forum Lembaga Jasa Keuangan Jatim fokus tingkatkan akses ke sektor pertanian

Minggu, 5 Juni 2016 | 22:04 WIB ET
(KB/Purna Budi N)
(KB/Purna Budi N)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah (FK-LJKD) Jatim terus berusaha meningkatkan akses pembiayaan ke sektor pertanian. Ketua Umum FK-LJKD Jatim, Soekamto mengatakan saat ini akses lembaga keuangan ke sektor masih sangat minim.

"Dari 47 juta petani di Jatim, baru 2,7% saja yang yang sudah terjangkau lembaga keuangan. Kami bercita-cita setidaknya sekitar 15% dari pelaku disektor pertanian bisa terjangkau akses lembaga keuangan," katanya kepada wartawan di sela Jalan Sehat bersama yang diselenggarakaan FK-LJKD Jatim di Surabaya, Minggu (5/6/2016).

Soekamto yang juga Kepala Regional IV Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menambahkan, FK-LJKD akan meningkatkan komunikasi antar lembaga jasa keuangan termasuk didalamnya perbankan, industri keuangan non-bank serta pasar modal untuk mempercepat akses pembiayaan ke sektor pertanian.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menumbuhkan peluang-peluang baru di sektor pertanian untuk kemudian ditawarkan kepada lembaga pembiayaan seperti bank untuk disalurkan kredit. Saat ini yang sedang dijajaki adalah pengembangan budidaya tanaman Porang yang difokuskan untuk ekspor ke Jepang karena nilai ekonomisnya tinggi.

"Jadi kami tawarkan ke perbankan untuk membiayai budidaya Porang ini sehingga petaninya bisa mendapat akses pembiayaan murah," papar Soekamto.

Selain membiayai komoditas pertanian, FK-LJKD juga akan mengembangkan asuransi pertanian agar pelaku usaha di sektor ini bisa mendapat jaminan lebih baik atas resiko gagal panen.

"Kita juga akan terus meningkatkan koordinasi dengan semua pihak seperti SKPD di Pemprov Jatim karena FK-LJKD juga sebenarnya merupakan bagian dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah yang dipimpin Gubernur Jatim," tutur Soekamto.

Sementara itu Direktur Agrobisnis dan Unit Usaha Syariah Bank Jatim, Tony Sudjiaryanto, pada kesempatan yang sama mengatakan Bank Jatim akan terus mendukung langkah perluasan akses keuangan ke sektor pertanian.

"Kami juga terus aktif membiayai sektor-sektor pertanian dan pangan seperti pembiayaan untuk petani tebu dan pembiayaan cold storage untuk nelayan di Kabupaten Banyuwangi," ujarnya.

Corporate Secretary Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha menambahkan, untuk pembiayaan ke sektor pertanian, selama ini Bank Jatim masih bergantung dengan avalis atau penjamin seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X dan XI untuk komoditas tebu.

"Kedepan, dengan adanya asuransi pertanian maka kita bisa menyalurkan pembiayaan langsung kepada petani. Dengan demikian akses ke sektor ini akan lebih luas lagi," ujarnya. kbc8

Bagikan artikel ini: