Incar pertumbuhan pembiayaan mikro 35%, BSM bikin festival Ramadan

Senin, 6 Juni 2016 | 17:03 WIB ET
Penyerahan simbolis santunan BSM kepada kaum dhuafa binaan MAS
Penyerahan simbolis santunan BSM kepada kaum dhuafa binaan MAS

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bank Syariah Mandiri (BSM) menilai usaha mikro kecil menengah (UMKM) terus mengalami perkembangan signifikan. Tak heran, BSM berkomitmen untuk menggenjot pembiayaan di segmen mikro. Bahkan BSM menargetkan pembiayaan segmen mikro bisa tumbuh sekitar 30-35 persen hingga akhir 2016.

Regional Office Head V BSM, Agus Sumirat mengatakan, potensi syariah di Jawa Timur masih sangat besar. Hanya saja saat ini belum tergarap secara optimal. "Sekarang ini segmen mikro baru sekitar 25-30 persen dari total pembiayaan,” kata dia di sela pembukaan festival Ramadan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu (5/6/2016).

Agus menyebutkan, hingga kuartal I tahun 2016, pembiayaan BSM mencapai Rp 4,3 triliun. Terbagi dalam pembiayaan untuk cicil emas, pembiayaan mikro, dan konsumer serta Bussines banking. Untuk mikro, kontribusinya masih 25 persen hingga 30 pada persen.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan festival Ramadan. Menurut Agus, dengan kegiatan ini diharapkan bisa mendorong kegiatan mikro bisa berkembang dengan positif.

“Sebagai bank syariah, BSM ingin momentum Ramadan juga bermanfaat positif bagi masyarakat luas. Melalui festival Ramadan dengan menggelar bazar yang diikuti sekitar 146 multi produk bisa memenuhi kebutuhan belanja masyarakat dan disatu sisi usaha mikro berkesempatan mendapat peningkatan pendapatan,” kata Agus.

Festival Ramadan BSM ini merupakan program nasional yang digelar di empat kota, selain Surabaya (Masjid Nasional Al Akbar Surabaya) juga di Jakarta, Bandung dan Samarinda. “Kami berharap festival ramadhan ini akan menjadi agenda rutin BSM mendatang,” imbuhnya.

Saat ini BSM memiliki sekitar 1.000 usaha mikro binaan. Selain usaha mikro, BSM juga membidik pondok-pondok pesantren di wilayah Jatim yang masih memiliki potensi pasar. Secara nasional aset BSM mencapai Rp71,55 triliun, di mana pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) Rp63,16 triliun dan pembiayan sebesar Rp50,77 triliun.

Di tempat yang sama Wakil Gubenur Jatim, Saifullah Yusuf mengakui, kegiatan atau usaha mikro sudah terbukti mampu mengatasi atau bertahan saat terjadinya krisis moneter. Tercatat di Jatim ada sekitar 6,5 juta usaha mikro

“Karena itu, mereka perlu didukung. Penyediaan fasilitas pasar menjadi bagian untuk meningkatkan usaha mikro ini,” kata Gus Ipul, sapaan akrab Wakil Gubernur Jatim ini saat membuka Festival Ramadan MAS 2016.

Salah satunya melalui usaha koperasi yang ada di pondok pesantren. “Ponpes di Jatim saat ini juga tidak lagi sekadar tempat belajar agama, tapi juga sudah ada kegiatan yang berbasis ekonomi. Silakan itu dimanfaatkan,” pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: