Genjot produksi sambal, Sekar Laut investasi Rp20 miliar

Kamis, 9 Juni 2016 | 17:26 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Di tengah melemahnya perekonomian nasional, produk bahan pangan olahan tampaknya masih memiliki potensi pasar yang menjanjikan. Peluang ini mendasari PT Sekar Laut Tbk untuk melakukan investasi khususnya penambahan mesin untuk peningkatan kapasitas produksi.

Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C. Gozal mengatakan, selain untuk menambah kapasitas produksi sambal, investasi tersebut juga guna mendukung ekspansi perseroan yakni terus menambah produk dan varian baru, diantaranya beragam bumbu dapur. Untuk ekspansi ini, perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp 10 miliar-20 miliar.

"Selain kerupuk yang merupakan produk andalan perseroan, produk sambal juga mulai menjanjikan penjualannya dan diharapkan kontribusinya akan terus meningkat," katanya dalam public expose hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Surabaya, Kamis (9/6/2016).

Dipaparkannya, saat ini kapasitas produksi sambal perseroan mencapai 6.000 ton per tahun. Dengan adanya penambahan mesin tersebut, diharapkan tahun ini kapasitas produksinya bisa naik sekitar 15%. Beberapa produk sambal yang sudah dihasilkan perseroan, yakni saos sambal, sambal uleg, sambal bawang dan sambal ijo.

"Tahun ini kami akan meluncurkan produk baru yakni sambal uleg bumbu ikan goreng dan sambal uleg bumbu ayam goreng," jelas John.

Keberanian Sekar Laut untuk menggenjot produksi sambal, menurut dia, tidak lepas dari besarnya potensi pasar produk ini. Tren gaya hidup serta kebutuhan akan sisi kepraktisan membuat produk makanan olahan atau instan kia diminati.

"Bukan hanya pasar lokal, namun sambal kita juga sudah diekspor ke sejumlah negara, seperti Amerika khususnya Kanada, Arab Saudi, China, Korea, Singapura, serta Malaysia," ungkapnya.

Sementara itu sepanjang tahun 2015, perseroan mampu mencatat kinerja positif di tengah menurunnya daya beli masyarakat. Tahun lalu, Sekar Laut membukukan penjualan sebesar Rp 745 miliar atau tumbuh 9,35% dibanding penjualan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 681,4 miliar. Kondisi ini berdampak pada laba bersih yang diraup perseroan tahun lalu yang sebesar Rp 20 miliar atau melonjak 18,9% dibanding laba bersih tahun 2014 sebesar Rp 16,9 miliar.

"Kenaikan penjualan dan laba ini karena perseroan gencar melakukan ekspansi produk serta jaringan pemasaran," kata Welly Gunawan, Direktur Sekar Laut.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2016, dia mengaku penjualan perseroan masih belum mengalami peningkatan yang signifikan. Pada kuartal I lalu, penjualan Sekar Laut mencapai Rp 198 miliar, sedang laba bersih tercatat sebesar Rp 1,7 miliar.

Menurut Welly, produk kerupuk masih memberikan kontribusi terbesar atau sebanyak 61% dari total penjualan. Mulai diminatinya makanan jenis kerupuk udang asal Indonesia oleh negara lain menjadi salah satu penopang penjualan.

"Saat ini kami sudah mengekspor kerupuk ke 34 negara di 5 benua. Dari tahun ke tahun permintaan kerupuk asal Indonesia terus meningkat, dan kami sangat merasakan berkah tersebut," tukasnya.

Dengan kenyataan itu, Welly bilang, perseroan optimistis hingga akhir tahun 2016 penjualan perseroan akan bertumbuh sekitar 15% dari tahun lalu. "Kita menargetkan penjualan tahun ini sebesar Rp 850 miliar," ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: