Film 'Michael Jackson’s This Is It'

Rabu, 28 Oktober 2009 | 20:33 WIB ET

Main serentak di Jakarta, Surabaya, Medan

JAKARTA - Bertepatan peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, film 'Michael Jackson’s This Is It' serentak main di gedung bioskop jaringan 21 Cineplex di Jakarta, Surabaya dan Medan.

Dipilihnya tiga kota besar itu, karena memiliki momentum tersendiri. Sebenarnya, Sony Pictures Indonesia juga ingin mengedarkan di kota besar lainnya namun lantaran keterbatasan copy film juga waktu tayang, maka dipilih lebih dulu tiga kota tersebut.

"Copy film yang kita terima dari pusatnya Amerika Serikat cuma 25 biji dan langsung kita sebar di Jakarta, Surabaya dan Medan dengan durasi waktu pemutaran 2 minggu. Bila hasilnya bagus kita perpanjangan lagi, jika tidak langsung pindah di kota lainnya," ungkap Anna e Dartoni, manager marketing & promotion Sony Pictures Indonesia kepada kabarbisnis.com di Jakarta, Rabu (28/10/09).

Dikatakan tak ada target pengunjung pada putaran perdana film untuk mengenang almarhum King Of Pop di Indonesia. Memang beda dengan pertunjukan perdana di Jepang yang sudah terjual sebelum film diputar mencapai angka US$ 1 juta.

Di seluruh dunia diperkirakan mampu meraup penjualan US$ 400 juta, yang akan diputar serentak pada 28 Oktober 2009 di 90 negara lebih, termasuk 3,400 bioskop di AS. Sony Corp, juga merilis tiket film MJ ini di bioskop-bioskop London, Sydney, Bangkok, dan Tokyo juga habis. Bahkan di Inggris, penjualan tiketnya melampaui film “Harry Potter” dan “The Lord of the Rings” pada jaringan Vue Entertainment Ltd.

"Ya kami harapkan film ini mendapat sambutan luar biasa dari warga Indonesia, memang jika melihat sebelum film digelar ada berbagai event pendukung di Sentra Kelapa Gading dalam acara FlashMob Jakarta, A Tribute to Michael Jackson, animonya sangat luar biasa," jelasnya.

Diakuinya, kesuksesan Michael Jackson lebih banyak dihargai setelah legenda musik pop itu meninggal dibandingkan dengan ketika hidup. Bahkan saat hidupnya menginspirasi banyak orang. Tidak saja lagu-lagunya tapi mimpi Michael Jackson merubah banyak generasi muda dunia.

Film teranyar dari Sony Pictures Entertaiment bekerjasama The Michael Jackson Company serta AEG Live, disutradarai Kenny Ortega, sosok di belakang layar konser terakhir Michael Jackson. Adegan pembuka film berkaitan dengan statement King Of Pop kepada dunia, bahwa konser This is It yang digelar di London merupakan konsernya yang terakhir.

Ternyata pernutaan itu betul-betul terakhir sampai berita yang mengejutkan tentang meninggalnya MJ pada usia 50 tahun. Film ini sangat menarik, meski digarap secara dokumenter dengan gambar-gambar yang memikat, ditambah alunan musik yang enak didengar.

Dalam film ini juga termasuk interview dengan teman dan pihak terkait. Bahkan dipaparkan hubungan sang superstar dengan penari latar, penyanyi backing vokal, pengirim musik dimana sikap MJ yang selalu menegakkan demokratis, tidak otoriter, tidak pernah marah, rendah hati, menghargai pendapat crew dan selalu dengan kata-kata semoga kita mendapat perlindungan sang Pencipta.

Jackson, yang memenangkan 13 Grammy Awards dan menjual lebih dari 750 juta record, meroket bersama dengan saudara-saudaranya dalam Jackson 5. Selanjutnya bersolo karir yang mencapai puncaknya ketika merilis album 'Thriller' pada 1982. Sony Music mencatat album itu menjadi best seller sepanjang masa. Namun dalam usia 50 tahun pada 25 Juni 2009, sang bintang dipanggil Sang Pencipta di Los Angeles akibat overdosisi obat-obatan. (endy poerwanto)

Bagikan artikel ini: