2010, Jatim tambah 10 desa wisata

Kamis, 29 Oktober 2009 | 09:06 WIB ET
Desa Kemiren di Banyuwangi yang sudah dikembangkan menjadi desa wisata
Desa Kemiren di Banyuwangi yang sudah dikembangkan menjadi desa wisata

Untuk pacu pertumbuhan ekonomi pedesaan

SURABAYA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) berencana menambah 10 desa lagi yang akan dinobatkan sebagai desa wisata pada tahun depan. Langkah ini dilakukan untuk menggeliatkan perekonomian di wilayah pedesaan.

Pada tahun ini, jumlah desa yang telah dikembangkan menjadi desa wisata sebanyak 6 desa. Keenam desa tersebut adalah Desa Tutur (Pasuruan), Desa Poncokusumo (Malang), Desa Bumiaji (Batu), Desa Bejijong (Mojokerto), Desa Ngadisari (Probolinggo), dan Desa Tamanan (Bondowoso).

"Sekarang yang sudah dalam proses pengembangan ada enam desa. Tahun depan, kami akan menambah jumlah desa wisata tersebut menjadi 16 desa di seluruh Jatim," kata Kepala Disbudpar Jatim Djoni Irianto di Surabaya, Kamis (29/10/09).

Saat ini, Disbudpar sedang menunggu usulan dari seluruh Pemkab/Pemkot untuk mendaftarkan salah satu desa di wilayah mereka untuk menjadi satu dari 10 desa tersebut.

Djoni juga menjelaskan, bahwa untuk menajdi desa wisata, harus memenuhi beberapa kriteria yang sudah ditetapkan. Yaitu hartus memiliki potensi alam, potensi kerajinan dan kebudayaan, memiliki lembaga yang akan mengelolah managemen desa wisata, kesiapan sarana dan prasarana dan terakhir adalah kesiapan masyarakat yang bersangkutan.

"Dengan menjadi desa wisata, secara otomatis ekonomi pedesaan akan terangkat. Karena akan ada banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang akan mengunjungi desa tersebut," kata Djoni.

Intinya, sektor ekonomi baik perdagangan, penginapan dan jasa akan segera bergeliat jika nantinya desa wisata tersebut diminati wisatawan.

Sebagai tambahan, jumlah desa wisata secara nasional saat ini sudah mencapai 100 desa. Tahun depan akan ditambah menajdi 200 desa. Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah telah menambah anggaran dana dari Rp50 juta menajdi Rp80 juta hingga Rp100 juta di tahun 2010. kbc6

Bagikan artikel ini: