VW berminat bikin baterai mobil

Jum'at, 1 Juli 2016 | 08:40 WIB ET

BERLIN, kabarbisnis.com: Tren mobil listrik rupanya menarik minat pabrikan otomotif Volkswagen (VW). Namun bukan megeluarkan mobil listrik terbaru, pabrikan ini tengah menggarap teknologi baterai mobil listrik dengan daya jelajah lebih jauh, yakni sekitar 300 km. Tak tanggung-tangung, VW melirik China sebagai salah satu lokasi menarik untuk membangun pabrik produksi dan pengembangan baterai.

Seperti dilansir Automotive News, Kamis (30/6/2016) , Chairman Volkswagen Martin Winterkorn mengatakan, pihaknya kini sudah hampir menyelesaikan pengembangan teknologi baterai  bagi mobil listrik. Bahkan saat ini pihak VW tengah dalam perundingan untuk pengambilan keputusan. VW berencana menciptakan 30 model kendaraan berbasis listrik yang tenaganya bersumber dari baterai.

Sebuah pabrik baterai pembuatan di China akan tepat karena pemerintah China mengeluarkan peraturan tentang memaksa peningkatan produksi kendaraan hijau untuk memerangi masalah polusi perkotaan. Guna mewujudkan pabrik baterai di China, VW akan bermitra dengan Shanghai Automotive atau badan yang berbasis di China lain.

VW mengharapkan untuk menjual sebanyak 3 juta kendaraan full hybrid dalam waktu satu tahun. Untuk melakukannya, mungkin memerlukan enam kali pasokan global saat ini kapasitas-sel baterai otomotif untuk memproduksi armada itu.

Meski sedikit hiperbola, tapi apa yang dilakukan Volkswagen dengan teknologi baterai baru di Silicon Valley, California, itu pantas disebut sebagai lompatan kuantum. Ini karena baterai itu lebih murah, lebih kecil dan lebih bertenaga, dengan daya jelajah sekitar 186 mil atau sekitar 300 km.

Tapi dari sisi harga, bolehlah dianggap demikian, sehingga dapat memangkas harga mobil listrik buatan Volkswagen Group. Teknologi baterai baru itu diharapkan mulai diterapkan pada Volkswagen e-Golf. kbc10

Bagikan artikel ini: