Enam bulan bisnis, perusahaan ini raup laba Rp914 miliar

Rabu, 27 Juli 2016 | 18:44 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank OCBC NISP Tbk mencatat pertumbuhan laba bersih pada semester pertama tahun 2016 ini sebesar 24% menjadi Rp 914 miliar dari Rp 735 miliar pada Semester pertama tahun 2015 lalu. Pertumbuhan laba ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang pada paruh pertama tahun ini meningkat sebesar 16% (YoY) menjadi Rp 86,2 triliun. Pertumbuhan kredit ini disertai dengan perbaikan Non Performing Loan (NPL) yang tetap terjaga pada level yang rendah yaitu gross sebesar 1,4% dan net sebesar 0,6%.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja mengatakan, kondisi pasar keuangan di awal tahun ini memang penuh tantangan. “Hal ini memacu kami untuk terus memprioritaskan pertumbuhan portofolio dengan disiplin. Kepercayaan nasabah yang tinggi kepada Bank OCBC NISP menjadi motivasi bagi kami untuk senantiasa memberikan nilai tambah dan kualitas terbaik kepada seluruh nasabah. Kinerja positif dan berbagai inisiatif serta pengembangan beragam produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah menjadi cerminan atas komitmen untuk selalu fokus kepada nasabah,” katanya dalam rilis yang diterima kabarbisnis.com, Rabu (27/7/2016).

OCBC NISP juga mencatat pertumbuhan aset sebesar 7% (YoY) menjadi Rp 129 triliun di Semester I/2016. Kenaikan Aset di topang oleh pertumbuhan Dana Pihak ketiga (DPK) sebesar 9% (YoY) menjadi Rp 92,6 triliun pada Semester I/2016 dibandingkan Rp 84,7 triliun pada Semester I/2015.

Kualitas DPK pun dijaga dengan fokus utama pada penghimpunan dana murah berupa Current Account Saving Account (CASA). Upaya untuk meningkatkan CASA dalam komposisi DPK Bank OCBC NISP, terus dilakukan dengan menggiatkan peningkatan kualitas produk dan layanan serta semakin aktif dalam mengembangkan program-program yang inovatif dan bernilai tambah bagi para nasabah.

OCBC NISP mencatatkan rasio-rasio keuangan penting pada tingkat yang baik, seperti rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) 19,0%, Return On Equity (ROE) 10,6%,  Return On Asset (ROA) 2,0% dan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 78,9% pada Semester I/2016. kbc8

Bagikan artikel ini: