Laba Bank Mayora melaju 37%

Senin, 8 Agustus 2016 | 07:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Mayora (Bank Mayora) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 37,19 persen dari Rp 18,77 miliar menjadi Rp 25,75 miliar pada akhir semester I/2016. Peningkatan laba ditopang kenaikan penyaluran kredit sebesar 23,42 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 3,63 triliun.

Direktur Utama Bank Mayora Irfanto Oeij mengatakan, hingga paruh pertama tahun ini kredit komersil meningkat 45,50 persen (yoy) menjadi Rp 2,11 triliun. Sementara kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik tipis 0,65 persen (yoy) menjadi Rp 1,41 triliun, dan kredit konsumer meningkat 22,65 persen (yoy) menjadi Rp 120,43 miliar. Namun kinerja pada semester I lalu Bank Mayora tetap dikontribusi pendapatan bunga bersih yang meningkat 36,30 persen (yoy) menjadi Rp 126,77 miliar.

“Adapun hingga Juni 2016, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) perseroan turun dari 89,34 persen menjadi 87,05 persen. Hal tersebut merupakan wujud dari komitmen Bank Mayora yang ingin fokus melakukan efisiensi biaya di segala lini,” ujar dia di dalam keterangan tertulis.

Bank Mayora membukukan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 22,18 persen (yoy) menjadi Rp 4,30 triliun. Dengan pencapaian itu, kini loan to deposit ratio (LDR) di level 83,82 persen. “Mengenai DPK, komposisi deposito masih mendominasi 69 persen terhadap DPK. Sedangkan, pada periode sama rasio simpanan giro mencapai 17 persen dan tabungan 14 persen.” papar dia.

Adapun di tengah tren penurunan suku bunga kredit, Bank Mayora masih berhasil mendorong kenaikan net interest margin (NIM) dari 3,45 persen menjadi 4,26 persen. Hanya perlambatan pertumbuhan ekonomi turut memberikan imbas kepada rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL gross) Bank Mayora yang menjadi 2,55 persen pada akhir Juni 2016.

“Guna menekan laju NPL, kami berupaya memperketat prosedur pengelolaan risiko, dan selektif dalam menyalurkan kredit. Sedangkan untuk menurunkan NPL, perseroan akan melakukan restrukturisasi kredit, maupun perbaikan sistem collection, termasuk menjaga portofolio kualitas aset,” tegas Irfanto.

Sementara capital adequacy ratio (CAR) Bank Mayora ada di level 25,84 persen pada Juni 2016. kbc3

Bagikan artikel ini: