Agar pertumbuhan ekonomi merata, Pemda diminta jor-joran habiskan anggaran

Rabu, 10 Agustus 2016 | 10:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Guna memenuhi target pertumbuhan ekonomi dalam asumsi APBN 2016 (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) sebesar 5,2%, pemerintah daerah (pemda) diminta ikut berkontribusi dengan tidak mengendapkan dana daerahnya terlalu lama di perbankan.

Hal itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Menurutnya, pemda harus melakukan spending (belanja) besar-besaran untuk daerahnya dengan menggunakan dana desa yang disuntikkan oleh pemerintah. Sejauh ini, masih ada beberapa daerah yang masih menyimpan dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) dalam jumlah besar.

"Intinya, selain mengoptimalkan belanja pemerintah, daerah juga harus spending dengan benar dan tidak lagi tumpuk uang di bank. Semua harus disalurkan," katanya.

Selanjutnya ungkap Bambang yang tidak kalah penting yakni, peran swasta yang harus juga bergerak untuk investasi. Jadi lanjut dia, di paket kebijakan itu sudah saatnya untuk mendorong investasi riil selain yang sudah commited untuk direalisasikan.

"Sekarang saatnya investasi dari peran swasta itu bermain, karena kan sudah ada berbagai macam paket kebijakan untuk mendorong investasi di Indonesia," sambung dia.

Seperti diketahui, pemerintah akan memotong anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp133,8 triliun untuk program-program belanja yang sifatnya non prioritas. Sebelumnya dia juga menyebutkan bahwa pemotongan anggaran tersebut wajar dilakukan karena belanja K/L juga setiap tahunnya tidak pernah terserap hingga 100%.

"Pemotongan, fokus pada belanja yang tidak terserap. K/L setiap tahunnya kan enggak menyerap sampai 100%. Tahun lalu saja dari keseluruhan K/L totalnya 12% anggaran tidak terserap," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: