Semester I, penjualan rokok GGRM susut jadi 37,7 miliar batang

Jum'at, 19 Agustus 2016 | 09:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan rokok milik orang terkaya ke-2 di Indonesia Susilo Wonowidjojo, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) membukukan penurunan penjualan 1,8% menjadi 37,7 miliar batang sepanjang semester I tahun 2016 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 38,4 miliar batang.

Berdasarkan siaran pers yang dipublikasikan perseroan di PT Bursa Efek Indonesia, Kamis (18/8/2016), menyebutkan, total penjualan rokok emiten bersandi saham GGRM itu turun lebih tinggi dari rerata industri 0,5% sebesar 142 miliar batang pada semester I/2016.

Volume penjualan sigaret kretek mesin (SKM) full flavor, yang merupakan 77% dari total volume penjualan perseroan, turun 2,4% menjadi 28,9 miliar batang.

Pada kategori SKM rendah tar dan nikotin (SKM LTN), volume penjualan juga terkoreksi 1,6% menjadi 4,6 miliar batang. Sementara, volume penjualan sigaret kretek tangan (SKT) justru naik 1,9% menjadi 4,6 miliar batang.

Kendati volume penjualan terkoreksi, margin laba bruto justru meningkat dari 20,7% menjadi 21,7%. Padahal, biaya pita cukai, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak rokok yang berkontribusi 73% dari total beban pokok penujalan dibandingkan dengan 71% pada 2015, meningkat 12% menjadi Rp21 triliun.

Saat bersamaan, biaya bahan baku yang digunakan, yang termasuk dalam biaya pokok penjualan, mengalami kenaikan 6,4% menjadi Rp6,7 triliun.

Perseroan mengklaim margin laba usaha berhasil dipertahankan pada level 12%. Beban bunga yang lebih rendah seiring dengan penurunan suku bunga pinjaman secara bertahap, mampu mempertahankan jumlah penghasilan komprehensif.

Pada paruh pertama tahun ini, emiten milik Susilo dengan kekayaan US$5,5 miliar setara Rp720 triliun itu, membukukan pendapatan usaha Rp37 triliun. Perolehan itu meningkat 11,2% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp33,2 triliun.

Perseroan meninjau ke depan, tren peningkatan pertumbuhan PDB triwulanan dengan tingkat inflasi yang rendah cukup menggembirakan. Meski demikian, tantangan besar adalah upaya untuk mencapai keseimbangan antara anggaran belanja dan stimulus investasi yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi jangka menengah.

"Gudang Garam akan terus memantau perkembangan kondisi pasar dan mematuhi semua peraturan yang berlaku," tulis manajemen.

Dang Maulida, analis PT Daewoo Securities Indonesia, menilai perolehan laba bersih GGRM semester I/2016 senilai Rp2,9 triliun atau naik 19,4% merupakan 41% dari proyeksi sepanjang tahun. Dia menilai, keuangan GGRM pada paruh pertama tahun ini lebih stabil.

Dia menyoroti profitabilitas dan penurunan volume penjualan 2% year-on-year. "Tetapi beban usaha GGRM meningkat 20% dari kuartal sebelumnya yang merefleksikan peluncuran kembali GG Mild, peningkatan biaya iklan, dan beban gaji saat idul fitri," tulisnya dalam riset. kbc10

Bagikan artikel ini: