Harga gas RI lebih mahal dari Singapura, pelaku industri galau

Selasa, 30 Agustus 2016 | 16:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Para pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), mengeluhkan tingginya harga gas dalam negeri. Bahkan, harga gas dalam negeri lebih mahal dibanding Singapura. Hal ini dikarenakan tata niaga perdagangan gas di Indonesia yang dinilai terlalu kompleks.

"Gas berasal dari Indonesia dijual ke Singapura dengan harga berkisar US$4 per Million Metric British Thermal Unit (MMBTU), begitu harga gas dijual sendiri di Indonesia maka harga gas sudah US$12, artinya di situ terjadi percaloan yang luar biasa," kata Ketua API, Ade Sudrajat di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (29/8/2016).

Untuk itu, Ade meminta kepada pemerintah terkait untuk segera memperbaiki tata niaga gas. Sebab, kondisi industri dalam negeri belum terlalu baik dan membutuhkan harga gas yang lebih murah.

"Ini yang harus kita benahi, kan gas itu bisa langsung berikan implikasi bagaimana bisa bermanfaat bagi masyarakat yang sebesar-besarnya. Kita harapkan harga gas paling tidak tidak terlalu tinggi perbedaanya antara yang dijual ke Singapura, Korea dan Vietnam, dibandingkan di dalam negeri," ujar Ade.

Ade berharap, harga gas dalam negeri bisa stabil di US$7. "Kalau gasnya mahal barang kita juga sulit bersaing secara global. Gas ini merupakan energi primer dan energi sekundernya adalah listrik," kata Ade. kbc10

Bagikan artikel ini: