Merpati bisa terbang lagi di 2017, ini syaratnya

Rabu, 7 September 2016 | 13:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah lewat Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih memproses privatisasi PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Skema privatisasi diharapkan bisa membuat maskapai perintis ini bisa kembali mengudara.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius K. To mengungkapkan, sesuai target kementeriannya, MNA sudah bisa terbang pada tahun 2017 mendatang.

"Kita harapannya 2017 sudah bisa terbang. Prasyarat privatisasi kan deal dengan investor. Nah sebelum undang investor kan harus selesai dulu di Komite Tim Privatisasi (KTP) tahap terakhir di DPR. Tahap terakhir ini yang sedang kita selesaikan," ujar Aloysius di kantor pusat MNA, Kemayoran, Jakarta, Selasa (5/9/2016).

Aloysius mengungkapkan, meski sulit menarik investor yang berminat mengambil alih MNA yang notabene perusahaan sekarat, pertumbuhan maskapai penerbangan domestik jadi alasan MNA masih jadi incaran investor.

Apalagi, lanjutnya, beberapa asetnya masih bernilai ekonomis seperti Merpati Maintenance Facility (MMF), dan Merpati Training Centre (MTC).

"Memang sulit cari investor ke maskapai, apalagi buat maskapai yang lagi terpuruk. Tapi saya dengar ada airlines lain yang 600-700 rute belum bisa terisi. Artinya market maskapai ini masih sangat luas, kemudian aset-asetnya masih bernilai," ujar Aloysius. kbc10

Bagikan artikel ini: