Grab raih suntikan modal Rp9,8 triliun

Rabu, 21 September 2016 | 13:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Platform pemesanan layanan kendaraan terkemuka di Asia Tenggara, Grab, mendapat suntikan tambahan modal sebesar US$ 750 juta atau setara Rp 9,8 triliun (Kurs US$ 1 = Rp 13.150). Ini meningkatkan jumlah total modalnya hingga lebih dari US$ 1 miliar sekitar atau Rp 13,1 triliun.

Dengan dibukukannya transaksi ini, Grab menjadi startup teknologi dan perusahaan mobile internet dengan pendanaan terbaik di Asia Tenggara. Softbank, mitra strategis jangka panjang Grab, memimpin putaran pendanaan yang lebih besar dan ramai peminat, dengan partisipasi baik dari investor-investor sebelumnya maupun yang baru.

Grab mengoperasikan jaringan transportasi terbesar di Asia Tenggara dan merupakan salah satu platform mobile yang paling sering digunakan di kawasan Asia Tenggara dengan lebih dari 1,5 juta pemesanan per harinya. Kini, Grab menyediakan layanan mobil pribadi, motor, taksi dan carpooling di enam negara dan 31 kota di Asia Tenggara, di mana 1 dari 4 penumpang menggunakan lebih dari satu layanan Grab.

Ke depannya, Grab akan memanfaatkan modal US$1 miliar ini untuk melakukan ekspansi atas layanan transportasinya di Asia Tenggara, yang memiliki populasi 620 juta orang dan merupakan kawasan dengan pertumbuhan pesat kelas menengah serta penggunaan perangkat mobile, khususnya di Indonesia.

Selain itu, Grab akan melakukan investasi besar-besaran untuk membangun kapabilitas pembayaran mobile, guna menciptakan pengalaman bertransaksi sehari-hari yang mulus di kawasan yang memiliki tingkat penetrasi perbankan dan kartu kredit yang rendah dan opsi pembayaran non-tunai yang terbatas.

"Visi kami adalah mendorong kemajuan industri transportasi dan mentransformasi ekosistem mobile internet di kawasan Asia Tenggara. Pendanaan terbaru ini, yang merupakan pendanaan terbesar dalam sejarah teknologi konsumen Asia Tenggara, telah memperkuat kemampuan kami untuk mencapai tujuan-tujuan jangka panjang seiring dengan upaya kami untuk memimpin pasar. Kami melihat peluang besar dalam pertumbuhan di Indonesia, di mana peluang pasar bisa mencapai US$ 15 miliar pada industri pemesanan kendaraan, termasuk potensi untuk mengembangkan platform GrabPay di kawasan Asia Tenggara. Saya meyakini bahwa platform teknologi, data science dan machine learning yang kami miliki akan terus berkembang guna mendukung ambisi kami di kawasan ini," ungkap Anthony Tan, Group CEO & Co-founder, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/9/2016).

Anthony Tan menambahkan, Grab telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa sejak tahun lalu. Pendanaan putaran kali ini menunjukkan optimisme dan kepercayaan para investor terhadap kepemimpinan pasar Grab dan potensi jangka panjang yang ditawarkan Asia Tenggara.

Kami beruntung memiliki mitra-mitra seperti SoftBank, yang memiliki rekam jejak tak tertandingi dalam hal melakukan investasi pada bisnis-bisnis internet terkemuka di pasar berkembang, dan menjadikan perusahaan-perusahaan tersebut sebagai ekosistem internet utama di masing-masing pasar.

"Grab jelas merupakan pemenang dalam industri mobile Asia Tenggara. Anthony dan timnya telah mencatat perkembangan yang mengesankan dalam membangun perusahaan mobile internet terbesar di Asia Tenggara. Kami berkomitmen untuk mendukung jawara-jawara lokal seperti Grab yang memiliki visi akan ekosistem internet generasi berikutnya, dan tentunya kami menyambut baik peluang berpartisipasi dalam kesuksesan jangka panjang mereka," Masayoshi Son, Chairman & CEO, SoftBank Group Corp. kbc10

Bagikan artikel ini: