Siap tampung dana repatriasi, ini yang ditawarkan Manulife

Kamis, 22 September 2016 | 09:52 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Manajemen PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyatakan kesiapannya untuk menampung dana repatriasi bagi wajib pajak yang telah melakukan program pengampunan pajak (tax amnesty). Perusahaan ini memang resmi telah ditunjuk Menteri Keuangan sebagai gateway dalam program amnesti pajak tersebut.

“Sebagai salah satu gateway untuk program tax amnesty, kami siap menampung dana repatriasi dari para investor peserta pengampunan pajak. Banyak instrument yang di tawarkan, mulai dari investasi yang bersifat konservatif hingga agresif,” kata Presiden Direktur MAMI Legowo Kusumonegoro saat berbincang dengan wartawan di Surabaya, Rabu (21/9/2016).

Meski demikian, dia bilang, hingga saat ini belum ada dana repatriasi yang masuk untuk dibelanjakan salah satu produk investasi yang ditawarkan MAMI.

Selain masih sibuk melapor, kata Legowo, diduga dana repatriasi tersebut masuk ke perbankan. Legowo memperkirakan, dana repatriasi mulai masuk ke perusahaan investasi seperti MAMI pada akhir September 2016 sehingga pihaknya terus melakukan sosialisasi dan 'jemput bola'.

"Target kami adalah sebanyak-bamyaknya dan untuk itu manajemen terus melakukan sosialisasi agar banyak yang memanfaatkan peluang investasi di pasar saham Indonesia melalui reksa dana," ujar dia.

Manulife Aset Manajemen Indonesia sendiri sudah menyiapkan sembilan reksa dana saham, pendapatan tetap, dan pasar uang untuk menampung dana tax amnesty. Empat reksa dana saham yakni Manulife Greater Indonesia Fund, Manulife Dana Saham, Manulife Saham Andalan, dan Manulife Syariah Sektoral Amanah.

Sedangkan empat reksa dana pendapatan tetap lainnya yaitu, Manulife Fixed Income dalam denominasi dollar, Manulife Pendapatan Bulanan II, Manulife Obligasi Negara II, dan Manulife Dana Tetap Pemerintah.

"Bagi investor yang ingin berinvestasi di reksa dana dengan risiko yang minim, MAMI menyiapkan satu reksa dana pasar uang yakni Manulife Dana Kas II," jelasnya.

Sementara itu Chief Economist and Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia, Katarina Setiawan mengungkapkan, upaya pemerintah melakukan reformasi pajak sangat bagus bagi perekonomian nasional jangka panjang.

Amnesti pajak tidak hanya menghasilkan dana tebusan, tapi juga memperluas basis pajak. ”Saat ini pemilik NPWP (nomor pokok wajib pajak) hanya sekitar sepuluh persen dari total populasi Indonesia. Mau tidak mau memang harus ditingkatkan,” tuturnya. kbc7

Bagikan artikel ini: