Laba H&M terhempas cuaca yang tak biasa

Senin, 3 Oktober 2016 | 08:13 WIB ET

STOCKHOLM, kabarbisnis.com: Cuaca hangat pada musim gugur yang tidak biasa membuat laba raksasa ritel mode asal Swedia Hennes et Mauritz (H&M) menyusut. Pada Jumat (30/9/2016) waktu setempat, H&M melaporkan kinerja keuangannya untuk periode kuartal III 2016.

Laba bersih H&M pada periode tersebut tercatat sebesar 4,8 miliar kronor atau 500 juta euro. Capaian laba ini turun 9 persen secara tahunan apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Penjualan baik-baik saja di sebagian besar pasar hingga pertengahan Agustus 2016," kata CEO H&M Karl-Johan Persson seperti dikutip dari Channel News Asia, akhir pekan lalu.

Menurut Persson, penjualan selepas pertengahan Agustus 2016 secara negatif terimbas cuaca hangat yang tidak sesuai dengan musimnya yang terus berlanjut. Ini menyebabkan H&M menghadapi permulaan musim gugur yang menantang.

Selain itu, Persson juga menyalahkan penguatan kurs dollar AS yang menyebabkan laba melambat.

Pada bulan Juni 2016 lalu, H&M juga menyalahkan musim semi di Eropa yang ternyata masih dingin menyebabkan angka penjualan kurang menggembirakan. Meskipun demikian, H&M menyatakan memiliki pandangan yang positif terhadap peluang di tahun 2017, baik dari sisi penjualan maupun profitabilitas.

Hingga akhir tahun 2016, H&M menargetkan pengembangan di AS dan China dengan membuka masing-masing 30 dan 57 toko baru. kbc10

Bagikan artikel ini: