Menaker berambisi ciptakan 4 juta tenaga kerja terampil saban tahun

Kamis, 6 Oktober 2016 | 08:08 WIB ET

BANDUNG, kabarbisnis.com: Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengatakan, Indonesia perlu mencetak empat juta tenaga kerja terampil per tahun.

Keterlibatan sektor swasta dibutuhkan untuk mewujudkan hal tersebut. Hanif mengatakan, untuk dapat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030, syarat yang harus dimiliki yaitu minimal ada 113 juta tenaga kerja terampil di Indonesia.

Saat ini, Indonesia baru memiliki sekitar 55 juta tenaga kerja terampil. Artinya, sambung Hanif, dibutuhkan 58 juta tenaga kerja terampil lagi dalam kurun waktu 14 tahun dari sekarang.

"Kalau dirata-rata, setahunnya empat juta. Jadi empat juta tenaga kerja terampil yang harus diciptakan oleh pemerintah dan dunia usaha," kata Hanif dalam sambutan acara Human Resource Summit ke-8 SKK Migas, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/10/2016).

Hanif mengatakan, saat ini pemerintah khususnya Kementerian Tenaga Kerja terus melakukan terobosan untuk memenuhi "shortage" tenaga kerja tersebut.

Salah satu caranya yaitu dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan vokasional. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga telah memutuskan bidang usaha pendidikan dan pelatihan dikeluarkan dari daftar negatif investasi asing.

Tujuannya adalah agar semakin banyak lembaga pendidikan dan pelatihan yang ada di Indonesia.

"Kemenaker sekarang ini sedang menyiapkan skema pemagangan bersama praktisi sumber daya manusia,. Kami kerja sama dengan Kadin agar pemagangan ini menjadi salah satu instrumen peningkatan kompetensi calon tenaga kerja. Targetnya 200.000 orang," kata Hanif. kbc10

Bagikan artikel ini: