Sky Aviation targetkan kembali terbangi langit Indonesia di akhir tahun ini

Jum'at, 14 Oktober 2016 | 07:03 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Setelah tidak beroperasi sejak lima tahun yang lalu, Sky Aviation kembali bangkit. Tahap awal, maskapai penerbangan yang berkomitmen memberikan jaminan tanpa adanya penundaan ataupun pembatalan penerbangan ini akan menerbangi langit Papua melalui anak perusahaannya Sky Mambruk Internsional (Smile).

"Target kami akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan. Saat ini, Sky Mambruk International telah melakukan persiapan dan melakukan kajian berapa pesawat yang dibutuhkan. Tetapi kami menargetkan, tiga tahun pertama, akan ada 10 unit pesawat yang akan didatangkan dan akan ditambah sesuai kebutuhan," ujar Chairman Sky Aviation Alan Suryowijaya kepada wartawan di Surabaya, Kamis (13/10/2016).

Direktur Utama Sky Mambruk International, Toenjes Swansen Maniagasi mengatakan bahwa Papua menjadi daerah pertama yang diterbangi karena Papua adalah kepulauan Indonesia paling timur yang infrastuktur darat masih sangat minim. Walaupun dalam beberapa tahun terakhir pemerintah telah berupaya membangun infrastruktur darat, tetapi upaya itu masih belum cukup. Karena ada beberapa daerah yang memang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat. Seperti Intan Jaya, satu-saatunya solusi hanya bisa ditempuh melalui jalur udara.

Rencananya, untuk menerbangi 29 kabupaten kota, Sky Mambruk International akan mengonsentrasikan di 16 titik yang terletak di 16 daerah, diantaranya di Yokohama, Asmat, Lani Jaya dan Intan Jaya.

"Keterpanggilan saya sebagai putra Papua, bagaimana untuk memajukan Papua melalui dunia penerbangan. Dan saya berharap pemerintahh pusat mau untuk memberikan subsidi untuk penerbangan perintis di Papua agar seluruh daerah di Papua bisa terjangkau," ujar Toenjes Swansen Maniagasi.

Harapan ini didasari karena masih mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk naik pesawat. Untuk terbang ke daerah dengan jarak tempuh mencapai satu jam misalnya, penumpang pesawat harus merogok kocek sangat dalam karena harga tiket hampir mencapai Rp 3 juta per orang.

"Harapan saya, pemerintah mau memberikan subsidi sehingga harga bisa lebih terjangkau masyarakat luas. Mungkin bisa mencapai Rp 300 ribu," ujarnya.

Sementara itu, Alan juga menyatakan bahwa SKY Aviation tidak hanya akan menerbangi Papua, tetapi juga beberapa daerah di seluruh Indonesia yang sulit dijangkau, termasuk di pulau Jawa. Baik dengan penerbanan carter ataupun penerbangan non reguler atau penerbangtan tidak terjadual. Selain itu, Sky Aviation juga akan memepertahankan beberapa rute gemuk yang dulu sudah diterbangi, misalnya rute Surabaya-Jakarta, Surabaya-Bali ataupun Jakarta-Singapura.

Ditanya soal investasi, ia mengatakan ada beberapa investor yang akan bekerjasama untuk pengadaan pesawat, mulai dari investor lokal hingga luar negeri. Sementara investasi untuk operasional mencapai sekitar Rp 500 miliar.

Dan saat ini pihaknya telah menjalin kerjasama dengan perusahaan penerbangan lokal Mambruk Motion dan akan terus berupaya menggandeng beberapa maskapai penerbangan lokal yang ada di Indonesia. "Kami membangun penerbangan Sky Aviation ini dengan konsep korporasi dan akan menjadi pelopor aliansi penerbangan lokal,"pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: