Penjualan turun, Harley-Davidson bakal pangkas pegawai

Kamis, 20 Oktober 2016 | 14:53 WIB ET

MILWAUKEE, kabarbisnis.com: Produsen sepeda motor asal AS, Harley-Davidson Inc, dikabarkan bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pegawainya. Akan tetapi, belum jelas berapa banyak pegawai yang akan dirumahkan oleh pembuat motor gede tersebut.

Dalam sebuah wawancara melalui telepon konferensi seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (19/10/2016), pihak Harley-Davidson menyatakan, perseroan bakal terlebih dahulu melakukan PHK terhadap pekerja temporer. Langkah ini merupakan bagian dari upaya reorganisasi perusahaan.

Menurut Harley-Davidson, rencana reorganisasi dan pengurangan jumlah pegawai bertujuan untuk membuat perseroan menjadi perusahaan manufaktur yang lebih tangguh.

Pengurangan jumlah pegawai ini akan memakan biaya US$20 juta hingga US$25 juta. Dalam upaya reorganisasi tersebut, Harley-Davidson juga menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk kehilangan kontraktor dan pegawai tetap pula.

Namun, lagi-lagi Harley-Davidson tidak merinci berapa banyak posisi pekerjaan yang akan terdampak.

Sebelumnya diberitakan bahwa Harley-Davidson membukukan penurunan laba pada kuartal III 2016. Penurunan laba ini didorong menurunnya penjualan di AS ataupun dalam lingkup global. Pendapatan Harley-Davidson dilaporkan sebesar US$1,27 miliar. Angka ini turun dibandingkan US$1,32 miliar pada tahun lalu. kbc10

Bagikan artikel ini: