Vale bukukan laba US$ 13 juta

Senin, 31 Oktober 2016 | 07:26 WIB ET

Perusahaan pertambangan PT Vale Indonesia Tbk membukukan laba US$13 juta pada kuartal III/2016.

Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter mengemukakan, kinerja pada kuartal III/2016 itu ditopang oleh langkah efesiensi dan penurunan biaya dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Pada kuartal sebelumnya perseroan mencatatkan rugi US$4,6 juta.

"Di kuartal ketiga ini juga harga nikel mengalami kenaikan, sehingga ada pencapaian kinerja yang menguntungkan. Namun kami tetap berhati-hati terhadap harga nikel menimbang volatilitasnya di pasar," katanya dalam keterangan resmi.

Pada kuartal III/2016, emiten dengan kode perdagangan INCO itu juga mencatatkan volume penjualan sebanyak 20.615 metrik ton dalam matte dengan perolehan pendapatan sebesar US$158,6 juta.

Secara persentase, realiasi penjualan tersebut bergerak 2% dari kuartal sebelumnya, sedangkan pendapatan meningkat hingga 15% dari kuartal II/2016.

Adapun beban pokok pendapatan per metrik ton nikel matte yang dipasarkan perseroan sepanjang kuartal ketiga turun sebesar 4% dari kuartal sebelumnya, didorong penurunan input biaya produksi.

"Adapun bahan pembantu, yang totalnya naik 10%, dalam basis per metrik ton produksi nikel dalam matte turun 2%. Depresiasi, amortisasi dan deplesi, yang merupakan input biaya produksi terbesar kedua, pada kuartal ketiga tetap tidak mengalami perubahan sementara biaya kontrak dan jasa turun 9%," paparnya.

Perseroan merealisasikan produksi nikel Januari-September 2016 sebanyak 58.000 metrik ton, turun 2% dari tahun lalu. Khusus di kuartal III/2016, perseroan memproduksi 21.744 metrik ton nikel dalam matte, lebih tinggi 12% dibandingkand dengan kuartal sebelumnya 19.362 metrik ton nikel dalam matte. Hingga akhir tahun ini, Vale menargetkan produksi sepanjang tahun ini mencapai 80.000 ton.

Secara kumulatif, performa Vale pada tahun ini masih mengalami pelemahan di mana catatan rugi bersih perseroan Januari-September 2016 sebesar US$7,02 juta, sedangkan pendapatan merosot 33,87% menjadi US$405,45 juta pada periode tersebut. kbc2

Bagikan artikel ini: