Ekonomi belum stabil, industri manufaktur mikro dan kecil Jatim alami kontraksi 5,40%

Rabu, 2 November 2016 | 15:00 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja industri manufaktur mikro dan kecik di Jawa Timur masih belum menunjukkan  gelagat positif. Bahkan pertumbuhan produksinya pada triwulan III tahun 2016 (q to q) mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) yang signifikan yaitu sebesar 5,40%.

"Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan II jauh lebih tinggi 

dibandingkan kenaikan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan III tahun 2016 yang mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5,40%," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Jatin, Teguh Pramono di Surabaya, Rabu (2/11/2016).

Dan jika dibandingkan dengan pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil nasional pada Triwulan III 2016 yang mengalami kontraksi sebesar 2,06%, maka pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil Jawa Timur lebih rendah sebesar 3,34% poin.

Walaupun demikian, tidak semua sektor industri manufaktur mimrk kecil di Jatim mengalami kontraksi. Ada beberapa sektor yang masih mengalami pertumbuhan positif. Adapun sektor industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami kenaikan pertumbuhan lebih dari lima persen pada triwulan III/2016 dibandingkan dengan triwulan II/2016 antara lain,  industri minuman naik sebesar 5,47%, industri alat angkutan lainnya naik sebesar 6,23% dan industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional naik sebesar 12,50%.  Sentara industri kertas dan barang dari kertas juga naik sebesar 17,33% dan industri pencetakan dan reproduksi media rekaman naik sebesar 22,22%.

"Sektor industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami kontraksi lebih dari 5% antara lain,  industri furnitur turun sebesar 7,69%, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan turun sebesar 7,88%, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki turun sebesar 9,61% dan industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer turun sebesar 9,85," terang Teguh.

Beberapa industri yang  juga mengalami penurunan diantaranya adalah industri kimia dan barang dari bahan kimia turun sebesar 11,71%, industri Logam Dasar turun sebesar 12,43%, industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya turun sebesar 14,33%. Selain itu,  industri pengolahan tembakau turun sebesar 14,44%, industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya turun sebesar 17,41% dan industri mesin dan perlengkapan YTDL turun sebesar 20,66%.

"Jika dibanding triwan III tahun 2015, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan III tahun 2016 (y on y) juga mengalami konstraksi (pertumbuhan negatif) sebesar 0,98%. 

Pertumbuhan produksi pada triwulan III tahun ini lebih rendah 10,49% poin dibandingkan 

dengan produksi pada triwulan yang sama tahun 2015 yang tumbuh sebesar 9,51%," ujar Teguh.

Namun jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan 

kecil nasional yang naik sebesar 5,75%, maka pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan III tahun 2016 (y on y) lebih rendah 6,73% poin. kbc6

Bagikan artikel ini: