Lenovo Phab 2 Pro, ponsel pertama Project Tango

Kamis, 3 November 2016 | 22:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Juni lalu Lenovo sempat mengumbar Phab 2 Pro, sebuah ponsel pertama yang mendukung sistem augmented reality (AR) Tango hasil pengembangan Google. Kini setelah melewati masa-masa penundaan akhirnya ponsel ini resmi rilis dipasaran.

Keistimewaan Lenovo Phab 2 Pro tentu lantaran adanya teknologi Tango. Dengan begitu, kamera Phab 2 Pro bisa memindai obyek 3 dimensi dan meletakkan benda virtual di dalam ruangan melalui layar ponsel (AR). Ponsel pun bisa tahu ketika pengguna harus melakukan sesuatu yang mengubah ketinggian seperti menaiki tangga.

Spesifikasinya menyodorkan layar berukuran 6,4 inci QHD (2.5D Curved Glass) berikut teknologi IPS. Sedangkan dibalik layarnya hadir chipset Snapdragon 652, RAM 4GB, dan memori internal 64GB.

Oh ya, selain itu Phab 2 Pro juga sudah dilengkapi sensor sidik jari, baterai berkapasitas 4.050 mAh serta berjalan di sistem operasi Android 6.0 Marshmallow.

Sedangkan untuk urusan foto dan video, Phab2 Pro dibekali kamera depan 8MP dan belakang 16MP lengkap dengan komponen depth camera dan motion sensor sebagai pendukung pemindaian 3D.

Saat ini Phab 2 Pro sudah bisa dibeli disitus Lenovo Amerika Serikat yang dipatok senilai USD 499 atau sekitar Rp 6,5 juta. Demikian sebagaimana dikutip dari PhoneArena, Rabu (2/11/2016).

Sekadar informasi, saat ini banyak pengembang yang sudah mulai mencoba memanfaatkan teknologi Tango untuk dikembangkan menjadi aplikasi yang sangat menarik. misalnya Minecraft yang memungkinkan pemain membangun struktur virtual di dunia nyata serta berjalan-jalan menjelajahinya.

Teknologi Project Tango memiliki tiga pondasi utama, yakni motion tracking, area learning, dan depth perception. Motion tracking mengacu pada kemampuan perangkat untuk mendeteksi gerakannya sendiri saat melintasi ruang tiga dimensi.

Nah, untuk melakukan motion tracking, Project Tango mengandalkan gyroscope, accelerometer, dan kamera khusus dengan lensa wide-angle (fisheye) untuk menambah informasi visual. Kamera ini diperlukan agar perangkat bisa memperkirakan rotasi dan akselerasi linear dengan lebih akurat.

Selain pergerakannya sendiri, perangkat Project Tango juga mampu mendeteksi obyek-obyek di lingkungan sekitar, termasuk jaraknya, dengan kemampuan depth perception.

Dalam melakukan depth perception, perangkat bisa mengandalkan proyektor dan sensor infra merah (IR), mirip dengan cara kerja controller Xbox Kinect yang juga memiliki depth sensor.

Dengan motion tracking dan depth perception, perangkat mampu mendeteksi posisi dirinya sendiri dan obyek-obyek di lingkungan sekitar, tapi tidak mampu “mengingat” apa yang dilihatnya.

Karena itulah Project Tango menambahkan satu fungsi lagi yang bernama area learning, yakni kemampuan perangkat untuk mengenali ciri-ciri fisik dari lingkungan sekitar yang pernah dikunjungi, untuk dipelajari dan “diingat” kembali di kemudian waktu. kbc10

Bagikan artikel ini: