Motor Gesits lakukan uji jalan Jawa-Bali

Senin, 7 November 2016 | 21:34 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Motor Listrik kebanggaan ITS Garansindo Electric Scooter ITS (Gesits) resmi dilepas oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir untuk melakukan uji jalan Tour de Jawa-Bali, Senin (7/11/2016) . Bertempat di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta, Gesits akan memulai perjalanannya selama lima hari penuh dari Jakarta menuju Bali. 

Touring ini merupakan sebuah upaya untuk melakukan pengujian ketahanan motor listrik Gesits di jalanan. Selain Menristekdikti, pelepasan touring ini juga dihadiri oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, Elektronik (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan. Hadir pula CEO Garasindo Muhammad Al Abdullah serta Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD.

Dikatakan Joni Hermana, Gesits merupakan karya anak bangsa dari ITS Surabaya. “Ini termasuk gerakan hilirisasi produk teknologi untuk mendukung kemajuan bangsa Indonesia,” ucapnya dalam keterangan tertulisnnya, Senin (7/11/2016).

CEO Garasindo, Muhammad Al Abdullah, pun menuturkan, melalui Gesits ini Indonesia dapat membuktikan kemampuan sumber daya bangsanya. "Kami berharap skuter listrik Gesits dapat menjadi pionir dalam industri otomotif karya anak bangsa, serta dapat memberi inspirasi dan motivasi kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berinovasi dalam mewujudkan kemampuan dan mimpinya," ujar Muhammad.

Selain itu Muhammad juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah serta masyarakat Indonesia atas dukungannya. Gesits, harapnya, dapat menjadi solusi kendaraan alternatif untuk menuju kemandirian ekonomi dan mendukung Go Green.

Sebelumnya, nama Gesits telah lama didengungkan. Gesits merupakan motor listrik produk hasil kerjasama antara ITS dan PT Garansindo Surabaya. Lahirnya Gesits adalah dalam rangka mendukung program hilirisasi hasil riset perguruan tinggi untuk dijadikan sebuah industri.  Prototipe hasil kerjasama tersebut pertama ditampilkan ke publik pada 3 Mei 2016 lalu oleh Menristekdikti.

Gesits tampil dengan warna dominan hitam dan bentuk yang mengakomodasi selera pengguna sepeda motor saat ini. Secara umum pemilihan teknologi dan konstruksi Gesits bertujuan agar memiliki kinerja yang maksimal serta mengutamakan keselamatan pengendara. 

Sampai saat ini, dengan bantuan dana hibah riset dari Kemenristekdikti, telah dihasilkan lima unit sepeda motor listrik Gesits yang siap diuji kehandalalan dan unjuk kerjanya. Gesits akan langsung menjalani Tour de Jawa-Bali bertolak dari Jakarta menuju destinasi terakhir yakni Nusa Dua, Bali. Rencananya, Gesits juga akan singgah di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tepat pada tanggal 10 November yang bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan sekaligus Dies Natalis ITS ke-56.

Selain itu, Tour de Jawa-Bali ini juga sebagai sarana sosialisasi Gesits kepada masyarakat luas. Diharapkan, tim riset akan mendapat banyak masukan dan evaluasi guna penyempurnaan Gesits ke depan. Di mana Gesits telah dijadwalkan untuk melakukan produksi massal pada pertengahan 2017.

Perlu diketahui, baterai listrik yang disematkan di Gesits memiliki daya 5 KW. Dengan daya motor sebesar itu sudah memungkinkan pengendara untu memacu Gesits hingga 100 km/jam. Daya jelajah Gesits didukung dengan dua macam kapasitas baterai yang bisa dipilih yakni 5 KW maupun 3 KW. Pola berkendara masyarakat Indonesia pada umumnya 60-10 km/jam, maka untuk sekali pengisian penuh  Gesits dapat digunakan untuk berkendara sejauh kurang lebih 100 km/jam.

Baterai pada Gesit juga didesain agar bisa ditukar sehingga mudah dan praktis pada saat ingin melakukan pengisian baterai di dalam rumah atau kantor. Serta juga untuk mendukung strategi battery swapping (tukar tambah isi baterai, red). Di mana baterai dapat ditukar di tempat-tempat fasilitas umum seperti SPBU, minimarket, dan lain-lain yang tersebar di berbagai daerah. Ini akan memudahkan pengendara jika sewaktu-waktu baterainya habis dalam perjalanan dan tidak sempat melakukan isi ulang sendiri.

Sementara itu, Gesits juga menggunakan sistem operasi android agar dapat dimonitor melalui ponsel pintar. Sehingga, ke depan dapat dikembangkan secara bebas oleh seluruh konsumen Gesits.

Kerjasama riset sepeda motor listrik ini didasari pada keinginan dan visi yang sama antara ITS dan Garansindo. Bahwa dengan jumlah penduduk, kekuatan ekonomi, dan besarnya pasar sepeda motor di Indonesia. Sudah selayaknya Indonesia memiliki sepeda motor hasil rancang bangun putra-putri terbaik di Indonesia.

Berangkat dari pola pikir ini dan juga fakta bahwa di masa depan Indonesia akan mengalami masalah jika sarana transportasi yang ada masih tergantung pada bahan bakar minyak. Pilihan akhirnya jatuh oad ateknlogi kendaraan listrik untuk diaplikasikan pada sepeda motor listrik.

Selain tidak tergantung kepada BBM, kendaraan listrik menawarkan beberapa keuntungan di antaranya, lebih hemat karena memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibadingkan kendaraan konvensional. Lebih ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi berupa asap berbahaya dan suara. Serta Indonesia belum ketinggalan terlalu jauh di bidang pengembangan teknologi kendaraan listrik.

Di berbagai negara maju saat ini masih dalam tahap yang sama yakni tahap riset dan pengembangan kendaraan listrik. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia untuk bisa mandiri di bidang kendaraan listrik dunia. Di mana hal tersebut sesuai dengan Nawacita ke-7 Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Pengendara Gesits yang melakukan tur akan didukung oleh beberapa mekanik yang dilengkapi dengan suku cadang yang dibutuhkan. Diharapkan, ini nantinya bisa digunakan untuk perawatan maupun perbaikan terhadap motor listrik Gesits selama dalam perjalanan. kbc10

Bagikan artikel ini: