RI berupaya perluas produk industri agro ke UE

Rabu, 9 November 2016 | 15:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia dan Uni Eropa (UE) terus mengembangkan kerja sama perdagangan dan investasi melalui perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (comprehensive economic partnership agreement/CEPA). Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berupaya memperluas pasar ekspor bagi produk-produk industri dalam negeri ke Uni Eropa.

"Kami telah membahas mengenai perkembangan CEPA Indonesia dan Uni Eropa termasuk terkait pengenaan dumping produk kita seperti minyak sawit, biodiesel dan turunannya," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dalam keterangan Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Dia melanjutkan Kemenperin sudah meminta agar produk-produk industri khususnya di sektor agro tidak lagi dikenakan tarif anti dumping sehingga dapat meningkatkan ekspor komoditas Indonesia ke Benua Biru. "Apalagi, Vietnam dan Singapura tengah memproses pemanfaatan CEPA dengan Uni Eropa. Maka kita juga harus bisa lebih berdaya saing," tegas dia.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto menyampaikan, ada beberapa peluang kerja sama investasi di sektor industri agro yang akan dilakukan Indonesia-Uni Eropa seperti pengembangan produk makanan berbasis susu dan penerapan teknologi penggemukan sapi. "Kami juga mendorong peningkatan ekspor untuk industri hasil hutan seperti pulp dan kertas," tuturnya.

Panggah menambahkan, pihak Uni Eropa akan memfasilitasi standardisasi produk-produk industri agro asal Indonesia dengan standar yang berlaku di Uni Eropa. "Eropa memakai standar yang tinggi, sehingga kita akan lakukan penyesuaian supaya produk-produk dalam negeri bisa masuk ke sana," jelasnya.

European Union Commissioner for Agricultural and Rural Development, Phil Hogan mengatakan, melalui pelaksanaan EU-lndonesia Business Dialogue (EIBD) 2016 diharapkan menjadi sarana strategis untuk membangun kebijakan yang konstruktif dan pertukaran ide antara kedua pihak.Terlebih lagi, EIBD tahun ini menjadi tonggak penting dengan diluncurkannya negosiasi untuk merumuskan CEPA.

"Tujuan akhirnya adalah untuk menciptakan lingkungan perdagangan dan investasi yangn mampu menggerakkan perdagangan Eropa dan Indonesia tumbuh bersama," pungkas Panggah.

Berdasarkan data BPS, nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa mencapai US$26,4 miliar pada 2015. Uni Eropa merupakan mitra ke-4 terbesar Indonesia dalam perdagangan luar negeri. Di bidang investasi, Uni Eropa berada pada posisi ke-3 terbesar dengan nilai mencapai US$2,26 miliar.

Ekspor Indonesia ke Uni Eropa masih didominasi produk agro, seperti minyak kelapa sawit, karet alam, dan kopra. Sebaliknya, produk impor Indonesia dari Uni Eropa didominasi produk-produk industri, seperti permesinan, peralatan telekomunikasi, suku cadang pesawat terbang, dan obat-obatan.kbc11

Bagikan artikel ini: